Menteri Teten Optimis, Jogja Halal Festival Jadi Pendorong Industri Halal Indonesia

Loading

goodmoneyID – Penyelenggaraan Jogja Halal Festival (JHF) oleh Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah DI Yogyakarta resmi dibuka oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin di Jogja Expo Center, Bantul, Yogyakarta pada Kamis, 3 November 2022.

Penyelenggaraan tahun ini menjadi yang kedua setelah pertama kali digelar pada tahun 2018 lalu dan menjadi salah satu event halal terbesar di Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup halal.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum I Pengurus Pusat MES,Teten Masduki mengapresiasi peran dan sumbangsih MES DIY dalam memberikan literasi terkait standar halal kepada para pelaku usaha khususnya UMKM agar mampu bersaing di pasar Internasional, salah satunya melalui kegiatan JHF aini.

“Saya berterimakasih kepada MES DIY atas peran dan sumbangsihnya dalam meliterasi terkait halal bagi pelaku usaha khususnya UMKM agar mampu bersaing di pasar global” kata Teten.

Lebih dalam, Menteri Koperasi dan UKM ini kemudian mengutip catatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang menyebutkan terdapat 30 juta UMKM yang membutuhkan sertifikat halal, bila dilakukan proses per sertifikat halal yang memakan waktu antara 21-25 hari, maka proses sertifikat halal tersebut membutuhkan waktu 600 tahun untuk menyelesaikannya.

“Sementara di akhir 2024, harus sudah selesai semua. Oleh karena itu, perlu ada terobosan dalam pengurusan sertifikat halal. Dalam Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet sudah diminta Presiden agar ini dipangkas dari 21 hari menjadi 3 hari saja,” ucap Teten.

Menteri Teten menambahkan, BPJPH telah menerbitkan sertifikat halal untuk 725.063 produk dari 405.180 UMKM, sejak 2019 sampai dengan 2022.

“Dilihat dari tren capaian tersebut, apabila dibandingkan dengan populasi pelaku UMKM sebesar 64,19 juta, diperlukan sinergi bersama berbagai pihak untuk bisa mendorong kepemilikan sertifikasi halal bagi UMKM,” kata Menteri Teten.

Tahun ini, BPJPH mendorong fasilitasi penerbitan 358.834 sertifikat halal bagi UMKM melalui program SEHATI. “Hal ini menjadi peluang bagi pelaku UMK untuk bisa mengaksesnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Teten mejelaskan total pengeluaran penduduk Indonesia untuk produk dan jasa halal di semua sektor diprediksi tumbuh hingga tahun 2025 sebesar 218,8 miliar dolar AS atau tumbuh 5,3 persen. Dan potensi dampak ekonomi industri halal terhadap produk domestik bruto nasional sebesar 3,8 miliar dolar AS. “Potensi tersebut tentunya harus didukung suplai barang halal,” katanya.

Oleh karena itu, Teten mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia mempunyai 4 strategi utama untuk mewujudkan pusat ekonomi syariah terkemuka dunia, yaitu, penguatan halal value chain, penguatan keuangan syariah, penguatan UMKM, hingga penguatan ekonomi digital.

Teten juga memaparkan strategi Kemenkop UKM dalam pengembangan rantai nilai halal global. Di antaranya, halal food dengan meningkatkan daya saing produk UMKM melalui kepemilikan perizinan berusaha dan sertifikasi produk.

Berikutnya, halal travel melalui pengembangan kapasitas manajemen SDM, moslem fashion melalui perluasan akses pasar dalam dan luar negeri, hingga keuangan syariah melalui akselerasi pembiayaan syariah.

Menteri Teten optimistis, Jogja Halal Festival bisa menjadi salah satu langkah positif dalam mendorong terwujudnya cita-cita Indonesia sebagai pusat halal dunia. “Melalui kegiatan literasi halal ini juga dapat mendongkrak minat dan kesadaran pelaku usaha untuk mengusahakan produk-produknya agar tersertifikasi halal sehingga mampu bersaing di pasar global,” pungkasnya.