![]()
goodmoneyID — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai menunjukkan dampak terhadap perekonomian nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi dua program strategis pemerintah tersebut turut menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen secara year-on-year (yoy) pada kuartal I 2026.
Presiden Prabowo Subianto menyebut kedua program ini menjadi penggerak ekonomi baru, mulai dari sektor konstruksi, pertanian, hingga penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.
“Secara garis besar ini membangkitkan ekonomi,” ujar Prabowo saat menghadiri acara halalbihalal purnawirawan TNI AD dan keluarga besar TNI-Polri di Jakarta, Selasa (29/4/2026).
Serap Hingga Tiga Juta Tenaga Kerja
Pemerintah mencatat, satu dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rata-rata mempekerjakan 50 orang. Dengan target pembangunan 30.000 dapur MBG, program ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 1,5 juta tenaga kerja.
Selain itu, pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan 81.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Setiap koperasi ditargetkan menyerap 18 tenaga kerja, sehingga berpotensi membuka lebih dari 1,4 juta lapangan pekerjaan baru.
“Belum program-program kita yang lain, termasuk perumahan rakyat,” kata Prabowo.
Topang Sektor Konstruksi dan Pertanian
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, pertumbuhan sektor konstruksi pada kuartal I 2026 mencapai 5,49 persen, salah satunya didorong pembangunan infrastruktur fisik untuk dapur MBG dan koperasi Merah Putih.
Sektor konstruksi sendiri menyumbang 9,81 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, menjadikannya kontributor terbesar keempat terhadap pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, sektor pertanian tumbuh 4,97 persen secara tahunan dengan kontribusi 12,57 persen terhadap PDB.
Menurut BPS, pertumbuhan ini dipicu peningkatan produksi serta permintaan domestik, termasuk kebutuhan bahan pangan untuk program MBG.
Subsektor peternakan bahkan mencatat pertumbuhan 11,84 persen, didorong meningkatnya permintaan daging ayam ras dan telur selama Ramadan, Idulfitri, serta distribusi kebutuhan dapur MBG.
Hasil Pertanian Lokal Mulai Terserap
Prabowo menyebut kehadiran dapur MBG telah membuka pasar baru bagi hasil pertanian lokal yang sebelumnya kerap sulit terserap.
Kini, hasil produksi petani dibeli langsung oleh dapur-dapur MBG sebagai bahan baku penyediaan makanan bergizi bagi jutaan penerima manfaat, termasuk siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Data Badan Gizi Nasional menunjukkan hingga 5 Mei 2026, terdapat 27.427 SPPG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia.
Presiden juga mengungkapkan, sejumlah negara mulai datang ke Indonesia untuk mempelajari implementasi program MBG yang dinilai berjalan dalam skala besar.
Meski demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam memastikan standar keamanan pangan nasional dan konsistensi distribusi di tengah percepatan ekspansi program.