Diakusisi Pupuk Kaltim, Kalianusa Raup Profit dan Sertifikat ISPO Perdana

Loading

goodmoneyID – Setelah resmi diakuisisi oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) sebagai Pemegang Saham Mayoritas di tahun 2019, PT Kalimantan Agro Nusantara (Kalianusa) mampu mencatatkan prestasi tertinggi sepanjang sejarah berdirinya perusahaan dengan mendapatkan perolehan laba senilai Rp 50 Miliar sampai dengan November 2021. Tak berhenti sampai disitu, capaian laba tersebut turut diiringi oleh perolehan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada 5 Desember 2021.

Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi, mengungkapkan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Kalianusa, Setelah 12 tahun beroperasi, Kalianusa tahun ini telah berhasil meraih profit sekaligus resmi mendapatkan sertifikasi ISPO.

“Bertepatan dengan momentum HUT Ke-44 PKT, kedua capaian ini merupakan hadiah yang luar biasa bagi kami. Sejak Kalianusa resmi bergabung ke dalam PKT, bersama-sama kami terus melakukan upaya efisiensi dalam hal manajemen usaha dan peningkatan produksi, yang kami lakukan tanpa menambah atau membuka lahan baru. Setelah kami lakukan selama 2 tahun belakangan ini, hasilnya sangat positif.” ucap Rahmad, dalam rilisnya Selasa (21/12).

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kimia, PKT melihat besarnya potensi pengembangan industri oleokimia dan turunannya yang merupakan produk lanjutan dari Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit. Maka dari itu, PKT mengakuisisi Kalianusa (berkolaborasi dengan PTPN XIII) dua tahun lalu, dalam upaya diversifikasi usaha dan pengembangan di industri yang menggunakan energi terbarukan di masa depan.

Setelah diakuisisi, Kalianusa bersama PKT kemudian mulai membangun pabrik pengolahan CPO di tahun 2019; setelah melihat pentingnya memacu hilirisasi komoditas minyak kelapa sawit agar industri oleokimia dalam negeri dapat menghasilkan nilai tambah. Hasilnya, pada tahun 2020 Kalianusa telah melakukan pengapalan perdana sebesar lebih dari 2.000 ton minyak sawit mentah (CPO) hasil produksi perusahaan di tahun 2020.

Sertifikasi ISPO sebagai Komitmen PKT dan Kalianusa terhadap Aspek ESG Perusahaan

Tidak berhenti di capaian secara bisnis, komitmen PKT dan Kalianusa terhadap industri sawit yang berkelanjutan juga tertera dalam perolehan sertifikasi ISPO yang berhasil didapatkan Kalianusa pada 5 Desember lalu, dari Lembaga Sertifikasi PT Tafa Sertifikasi Indonesia.

Sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO) diperkenalkan dengan tujuan untuk memastikan industri kelapa sawit di Indonesia dijalankan memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan secara menyeluruh, sehingga dapat meningkatkan daya saing Minyak Sawit Indonesia di pasar global.

Melalui penerapan ISPO, pelaku usaha komoditas kelapa sawit dituntut untuk menerapkan budidaya kelapa sawit sesuai Best Management Practices (BMP), layaknya yang dilakukan perusahaan perkebunan komoditas lainnya, seperti penerapan Good Agricultural Practices (GAP), menerapkan Prinsip dan Kriteria ISPO & RSPO, K3 dalam bekerja, pengelolaan kebun layak secara sosial, menerapkan kebijakan gender, memastikan memelihara wilayah bernilai konservasi tinggi (NKT), memperhatikan nutrisi keluarga, melakukan pengaturan Keuangan keluarga, dan penerapan penggunaan pestisida yang aman.

“Sertifikasi ISPO ini menjadi salah satu bentuk komitmen PKT dan anak usahanya Kalianusa terhadap penguatan pilar ESG (Environment, Social, and Governance) dalam seluruh lini usaha kami. Sertifikasi ini juga menjadi bukti bahwa produk sawit yang kami hasilkan ramah lingkungan, sustainable, dan diharapkan mampu bersaing dengan komoditas sawit dari negara lain di pasar global, selaras dengan arah perusahaan yang akan melakukan diversifikasi usaha ke arah energi terbarukan di masa depan, ” tambah Rahmad.

Luas lahan yang tersertifikasi ISPO milik Kalianusa saat ini tercatat sebesar 5.771 Ha, yang terletak di Kecamatan Rantau Pulung dan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim. Total luas lahan Kalianusa sendiri saat ini tercatat mencapai 6.997 Ha tanaman menghasilkan dan 214,66 Ha tanaman belum menghasilkan.

Sisanya sebanyak sekitar 889 ha akan disertifikasi ISPO segera setelah HGU terbit bersamaan dengan kebun plasma seluas 1.180 Ha. Dari lahan tersebut, perusahaan dapat memproduksi 30 ton tandan buah segar (TBS)/jam yang menghasilkan minyak kelapa sawit (CPO) sebesar 40 ribu ton per tahunnya.