Survei CORE: 84 Persen UMKM Terbantu Oleh OVO Selama Masa Pandemi

Loading

goodmoneyID – OVO bersama Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia
hari ini meluncurkan hasil survei Dampak Sosial dan Ekonomi OVO terhadap UMKM dalam
sebuah diskusi media, yang dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM, RI, Teten Masduki dan
dihadiri oleh Ekonom Senior dan Pendiri CORE Indonesia, Hendri Saparini, Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, Director of Central Public Affairs Grab Indonesia, Tirza R.

Munusamy, dan Head of Mandiri Institute, Teguh Yudo Wicaksono. Di era pandemi, peran ekonomi digital dalam mendukung UMKM semakin nyata, bahkan sudah bisa dirasakan langsung oleh pelaku usaha di seluruh wilayah Indonesia. Survei yang dilakukan oleh CORE Indonesia di awal 2021 ini membuktikan bahwa OVO berperan besar bagi pelaku UMKM Indonesia.

Memotret perilaku UMKM yang tersebar di 12 kota dan 8 provinsi, dampak penggunaan OVO termasuk mendorong tingkat inklusi keuangan khususnya bagi pelaku usaha
nano dan mikro dari tingkat pendidikan dasar dan menengah, serta meningkatkan pendapatan melalui sinergi ekosistem digital.

Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki mengatakan, transformasi
digital merupakan strategi yang krusial bagi UMKM Indonesia untuk bertahan, bangkit dan
tumbuh. Melalui transformasi dari hulu ke hilir serta pemanfaatan ekonomi digital, diharapkan UMKM dapat mengoptimalkan sepenuhnya ekosistem digital.

“Semoga hasil kajian ini dapat menginspirasi seluruh pemangku kepentingan untuk turut berperan aktif dalam mengembangkan dan memajukan pelaku UMKM serta mengakselerasi transformasi digital UMKM.” ujar Teten, dalam keterangannya, Kamis (12/8).

Pendiri CORE Indonesia, Hendri Saparini menjelaskan, dari hasil survei kami, 84 persen
populasi pelaku UMKM OVO menyatakan bahwa OVO sangat membantu penjualan mereka di masa pandemi.

“Bahkan 8 dari 10 populasi mulai mengenal berbagai layanan perbankan sejak bergabung dengan OVO, dan sekitar 71 persen menjadi lebih melek layanan keuangan digital.” kata Hendri.

Dalam survei yang melibatkan 2.001 merchant OVO ini, sebelum masa pandemi 68 persen
pelaku UMKM mengalami peningkatan pendapatan bulanan sejak bergabung dengan OVO,
dengan rerata peningkatan pendapatan 27 persen. 31 persen populasi melayani lebih dari 75 kali transaksi harian, sedangkan 45 persen melayani 20 – 75 transaksi.

Hendri juga memaparkan bahwa infrastruktur digital OVO akselerasi layanan keuangan digital bagi UMKM serta mengurangi hambatan usaha. Setelah bergabung dengan OVO, 71 persen pelaku UMKM melakukan pencatatan transaksi penjualan lebih teratur dan menerima transaksi pembayaran digital, 68 persen memiliki akses lebih luas terhadap layanan keuangan, dan 51 persen mengaku lebih memahami penggunaan teknologi untuk mempertahankan usaha.

Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO menambahkan, “Saat ini lebih dari 1 juta
pelaku UMKM telah menjadi merchant OVO dan menerima pembayaran digital melalui QRIS.

Selain berkomitmen untuk merangkul lebih banyak pelaku usaha, masuk ke ekosistem digital nasional, OVO terus berupaya menghadirkan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka, melalui pendalaman literasi keuangan digital yang secara khusus menyasar para wirausahawan Indonesia”

Pembatasan mobilitas selama pandemi COVID-19 tentu berdampak besar bagi pendapatan
UMKM. Namun survei CORE Indonesia menunjukkan 10 persen populasi merchant OVO, berhasil mempertahankan pendapatan bulanan dan 5 persen pelaku UMKM mengalami peningkatan pendapatan bulanan.

Hal ini juga dipengaruhi oleh peran ekosistem digital OVO, sehingga 82 persen pelaku merasa terbantu oleh ekosistem OVO dan Grab selama masa pandemi. Pentingnya sinergi ekosistem juga disampaikan oleh Director of Central Public Affairs, Grab Indonesia, Tirza R.

“Grab dan OVO telah menjalin kemitraan jangka panjang dalam rangka mendukung UMKM memperoleh manfaat dari ekonomi digital. Sejalan dengan misi GrabForGood, kami berkomitmen untuk untuk terus mempercepat digitalisasi UMKM, sebagai bentuk dukungan tercapainya target 30 juta UMKM digital pada tahun 2024 yang dicanangkan pemerintah. Dengan menggabungkan kekuatan OVO dan ekosistem terbuka dari Grab, kolaborasi ini semakin menjadi kunci untuk dapat menciptakan peluang baru bagi UMK Indonesia.” ujar Munusamy.

Selama pandemi, OVO terus memberikan dukungan bagi pengusaha lokal termasuk pelaku UMKM dengan menghadirkan program #DukungLokal, yang diluncurkan sebagai bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia serta kemudahan pendaftaran menjadi merchant, untuk mendukung program QRIS 12 Juta Merchant yang diinisiasi oleh Bank Indonesia.