![]()
goodmoneyID – PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) merilis laporan Tinjauan Pasar Surat Utang Indonesia Tahun 2025, sebuah publikasi tahunan yang memuat perkembangan dan kinerja pasar obligasi dan sukuk Indonesia sepanjang tahun 2025, serta prospeknya ke depan.
Laporan ini mengulas sejumlah indikator utama pasar surat utang, termasuk pergerakan indeks obligasi pemerintah dan korporasi, dinamika kurva imbal hasil, perkembangan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi korporasi, aktivitas transaksi di pasar sekunder, serta komposisi dan perilaku investor domestik dan asing.
Kinerja pasar obligasi syariah juga dibahas sebagai bagian dari perkembangan pasar surat utang nasional. Pasar surat utang Indonesia pada 2025 tercatat tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Sepanjang tahun, indeks return obligasi Indonesia mencatatkan pertumbuhan dan mencapai level tertinggi, didukung oleh permintaan domestik serta berlanjutnya minat investor.
Memasuki 2026, pasar obligasi Indonesia diperkirakan masih dipengaruhi ketidakpastian global, terutama arah kebijakan moneter AS dan dinamika geopolitik.
Di tengah kondisi tersebut, permintaan domestik diproyeksikan tetap menjadi penopang utama pasar, didukung oleh stabilitas inflasi, ruang pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia, serta kebijakan fiskal yang masih ekspansif, meskipun penerbitan SBN dan kebutuhan refinancing korporasi diperkirakan tetap tinggi.
Laporan Tinjauan Pasar Surat Utang Indonesia Tahun 2025 dapat diakses secara lengkap melalui situs
resmi PHEI pada tautan berikut: PHEI Market Review 2025