APBN KITA Berakhir September 2026, Selaraskan Fiskal dan Moneter untuk pertumbuhan ekonomi yang signifikan

Loading

goodmoneyID – Dalam paparannya di hadapan awak media, Jumat 09/10/2026, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, mengemukakan optimis tingginya, terhadap kinerja keuangan Indonesia. Konferensi Pers APBN KITA yang di selenggarakan di Jakarta ini, juga di hadiri oleh jajaran Kementerian Keuangan, Wakil Menteri Keuangan, para Eselon I juga insan media tentunya. “Pelaksanaan kinerja Kementerian Keuangan dalam mengaplikasikan APBN Tahunan hingga September 2026, masih on the track, Jelas Menteri Keuangan. “Jumlah penerimaan negara Rp. 2.341,5 Trilliun atau sekitar 74,2% dari target APBN yang dianggarkan.

Salah satu penerimaan negara adalah Penerimaan pajak, dengan perolehan 68 % atau sekitar 1.607 Trilliun, sudah dikumpulkan oleh Dirjen pajak dan tentu akan terus menguat, dan adanya pertumbuhan 24,1 % dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk penerimaan kepabeanan dan cukai juga tercatat Rp240,1 triliun, tumbuh 8,5%, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp492,3 triliun atau meningkat 41,7% secara signifikan dibandingkan tahun lalu.
Dan belanja negara mencapai nilai Rp. 2.660,5 Trilliun atau sekitar 69,2% dari anggaran yang ada, “ tambahnya.

Menurut Suahasil, untuk Inflasi cukup terkendali, terakhir yang juga disampaikan oleh BPS inflasi kita adalah 3,28 % year on year, masih tergolong aman, namun kita ingin menyampaikan, beberapa komoditas mulai kita perhatikan, bagaimana produksi dalam negeri dan permintaan dalam negerinya, jangan sampai ada kekurangan agar tidak terjadi inflasi. Dengan inflasi yang terjaga, di pastikan kepercayaan investor pun akan semakin menguat, paparnya.

Kementerian Keuangan pun menekankan, sangat memperhatikan, sinergi antara fiskal dan moneter, sinergi antara fiskal dan Danantara kita perkuat terus. “Kami saling berkomunikasi, kami saling memahami, Danatara tau persis , kondisi fiskal seperti apa tanggung jawab dan apa saja yang menjadi ruang kerja kita Bersama. Dengan Bank Indonesia pun seperti itu, Dengan CEO Danantara kita mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi, kita selaraskan strategi fiskal dan investasi, karena APBN adalah otoritas fiskal, sedangkan Danantara, memegang investasi besar untuk Republik Indonesia kita, Jelas Menteri Keuangan.

Beragam langkah teknis dan strategis pun diambil oleh Suahasil sebagai langkah kongkrit untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pertumbuhan yang berkesinambungan terhadap APBN yang telah dicanangkan. Hal ini Ia lakukan agar realisasi belanja barang menigkat, progres pembangunan pun terealisasi dengan baik, penerapan baramg barang subsidi pun tepat sasaran, Pertamina, Pupuk, Listrik, juga mengakomodir program pemerintah melalui PSN yang telah dicanangkan dalam Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x