BI Catat Hampir 17 Juta UMKM Pakai QRIS, Dengan Total Transaksi Rp14.8 Triliun

Foto: Salah satu merchant UMKM, di Indonesia.

goodmoneyID – Per April 2022, Bank Indonesia (BI) mencatat hampir 17 juta merchant menggunakan QRIS yang tersebar di 34 Provinsi dan 480 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Melihat pesatnya pertumbuhan pengguna QRIS, kebijakan BI diarahkan untuk mencapai tambahan 15 juta pengguna baru QRIS hingga akhir tahun ini.

“Pembayaran digital menjadi game changer di masa pandemi terutama melalui QRIS yang merupakan salah satu deliverables BSPI 2025. Kolaborasi antara bank dan fintech menjadi salah satu key driver tumbuhnya pemanfaatan layanan pembayaran digital ini,” ucap Ryan Rizaldy,Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia, dalam webinar Fintech Talk Rabu (20/4/22).

Ia melanjutkan bahwa nominal transaksi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Tw1 2022 telah mencapai 14.8T atau tumbuh 359 persen year-on-year (yoy).

Berbagai kebijakan Bank Indonesia terkait QRIS juga diarahkan untuk mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional.

Pertama, penyesuaian limit transaksi QRIS dari semula Rp5 juta menjadi Rp10 juta per transaksi untuk mengakomodir use case transaksi dengan nominal besar, serta mendukung digitalisasi di daerah dan transaksi Pemerintah. Kedua, penetapan MDR 0% bagi merchant mikro sehingga lebih efisien (s.d. Juni 2022). Ketiga, pengembangan fitur dan model bisnis QRIS secara berkelanjutan bersama industri.

Sementara itu, Aldi Haryopratomo, Wakil Ketua Umum II Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mengatakan bahwa penyedia layanan keuangan digital harus memastikan bahwa semua segmen masyarakat, termasuk pengusaha mikro, memiliki akses pada layanan keuangan digital yang mudah digunakan.

“Penting bagi UMKM untuk melakukan digitalisasi, oleh karena itu pelaku fintech perlu memastikan mereka dapat memenuhi kebutuhan layanan keuangan UMKM seperti menyediakan layanan pembayaran digital, pinjaman dan asuransi digital, hingga pemasaran,” tambahnya.

Berdiri sejak 2019, BukuWarung terus berkomitmen membantu para pelaku UMKM di Indonesia dalam mendigitalkan bisnis secara efisien sehingga membantu memaksimalkan layanan keuangan digital untuk mendorong inklusi keuangan bagi usaha mikro dan kecil di Indonesia.

Hadir dengan fitur pencatatan pembukuan, BukuWarung telah melebarkan layanan ke berbagai fitur untuk menjadi penyedia jasa keuangan lengkap dalam 1 aplikasi (all-in-one financial service). Bekerja sama dengan Bank BNI, BukuWarung telah meluncurkan fitur QRIS pada aplikasinya pada bulan September 2021.

Tidak hanya mendukung Bank Indonesia selaku initiator QRIS dalam merealisasikan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, tetapi juga mendorong pelaku UMKM untuk mengadopsi berbagai platform digital yang dapat membantu mereka untuk menjalankan bisnis secara lebih efisien, dan pada akhirnya berkontribusi lebih pada pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19.

Adi Harlim, Director of Merchant Experience BukuWarung mengatakan, “BukuWarung terus berkomitmen untuk menyediakan solusi-solusi inovatif bagi pelaku UMKM, termasuk QRIS yang merupakan salah satu fitur unggulan kami. QRIS BukuWarung memungkinkan pembayaran dari pembeli yang dapat langsung terkirim ke rekening penjual tanpa harus bertatap muka.

“Kami berharap semakin banyak UMKM yang menggunakan teknologi ini untuk membuat usaha mereka semakin efisien.” tutup Adi.