Cashlez Siap Bantu Cegah Penularan Virus Corona Lewat Transaksi Non Tunai  

(Kiri-Kanan) Steven Samudera Komisaris Cashlez, Leny Tan CRO Cashlez, Teddy Tee CEO Cashlez. (foto: Cashlez).

goodmoneyID – PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (Cashlez), sebagai perusahaan Financial Technology (FinTech) yang bergerak di bidang Payment Gateway ikut berpartisipasi dalam hal pencegahan penularan virus corona . Hal ini sejalan dengan himbauan dari Bank Indonesia, agar masyarakat lebih banyak menggunakan transaksi non tunai untuk menekan penularan virus corona.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), uang tunai dapat berkontribusi dalam penyebaran virus COVID-19. WHO mengatakan bahwa virus tersebut memiliki kemampuan

untuk bertahan hidup pada permukaan uang tunai selama berhari-hari. Hal ini juga didukung oleh pernyataan dari spesialis penyakit menular di salah satu negara maju. Pasalnya, seorang warga negara yang dimaksud, dinyatakan positif virus corona setelah melakukan transaksi dengan uang tunai.

Cashlez, yang telah hadir sejak tahun 2015 dalam mengedepankan kemudahan dan keamanan bertransaksi secara non tunai, kini ikut berpartisipasi bersama Bank Indonesia untuk mencegah penyebaran virus corona melalui transaksi non tunai. Cashlez positif bahwa gerakan non tunai ini akan berhasil dan dapat memudahkan transaksi saat ini. Sebab, tren penggunaan transaksi  non tunai sudah meningkat secara signifikan sejak Januari tahun ini.

“Dua bulan terakhir ini dari bulan Januari hingga Februari 2020, kami mengalami peningkatan transaksi yang cukup pesat. Dari 7.000 merchant yang kami bantu, average transaction kami mencapai 213,6% dan a verage growth GTV (Gross Transaction Value) mencapai 194,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut terjadi dari 3 metode pembayaran tertinggi yaitu pembayaran QR, pembayaran dengan kartu dan Cashlez-Link,” ujar Chief Revenue Officer Cashlez, Tan Leny Yonathan.

Penggunaan transaksi non tunai dipastikan akan semakin meningkat di tahun ini. “Hal ini dikarenakan semakin banyak masyarakat yang dihimbau pemerintah untuk melakukan social distancing dan work from home. Sehingga kegiatan transaksi yang sebelumnya dilakukan dengan kontak langsung menggunakan uang tunai, kini dilakukan secara non tunai demi mencegah penularan virus corona ,” tutupnya.