Citarum Akan Dibangun Konsep Sarana Persampahan Terintegrasi TPST RDF Di 2022

Loading

gooodmoneyID – Dalam rangka meninjau kemajuan pelaksanaan program percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Bandung pada Selasa, (07-09-2021).

Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Panglima TNI, Bupati Bandung, Ketua DPRD Jabar, Kajati Jabar dan perwakilan Kementerian Lembaga.

“Program ini sudah berjalan dengan maksimal, saya ingin apresiasi semua pihak yang telah bahu membahu menjadikan Citarum Harum ini berhasil,” buka Menko Luhut di lokasi tinjauan pertama, TPA Cicabe, Selasa (7/9).

Di TPA ini rencananya akan dibangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu menggunakan teknologi RDF (TPST – RDF), melalui skema Improvement Solid Waste Management Project (ISWMP). Pada lokasi yang sama juga telah beroperasi Pusat Daur Ulang (PDU) sampah yang telah beroperasi sejak tahun 2019, dengan fokus kegiatan untuk melakukan pemilahan, pengumpulan, dan pengolahan sampah anorganik.

“Dibangun dengan konsep sarana persampahan terintegrasi, TPST RDF ini akan mengolah sampah 20 sampai 30 ton per hari, yang akan menjadi bahan bakar RDF dengan total sekitar 6 ton/hari,” ungkap Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti.

Menurutnya, sampah ini akan dimanfaatkan oleh Indonesia Power untuk kebutuhan co-firing. TPST ini ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2022.

Pembangunan Sarana Persampahan ini (TPST dan PDU) merupakan bagian dari program pengendalian DAS Citarum melalui operasi pencegahan, penanggulangan pencemaran dan kerusakan serta pemulihan DAS Citarum.

“Salah satu pencemar DAS Citarum bersumber dari sampah rumah tangga yang dibuang ke badan air,” ungkap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Dengan penambahan sarana persampahan, diharapkan keberadaan TPST dan PDU dapat menekan angka timbulan sampah yang tidak tertangani, menjadi sampah yang terolah dengan cara yang berwawasan lingkungan, sehingga dapat ditarik manfaatnya.

Sebagai sungai terpanjang kedua di Bandung, Bantaran Sungai Cidurian di kawasan Jajaway Antapani hingga beberapa bulan yang lalu adalah kawasan padat penduduk dan padat bangunan tanpa izin, “Pada akhirnya, dengan pendekatan persuasif terhadap masyarakat dapat dilakukan kegiatan pembongkaran dan pembersihan area bantaran sungai,” ungkap Kolonel Eppy, Komandan Sektor 22.

Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana menjelaskan pula rencana pemanfaatan area bantaran Sungai Cidurian sebagai taman umum dimana masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai sarana rekreasi luar ruangan.

“Saya harap bantaran sungai yang telah dibersihkan ini bisa menjadi tempat yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat rekreasi namun tetap memperhatikan kebersihan sungai,” ujar Yana.

Pada kesempatan yang sama, Menko Luhut didampingi Deputi PLK Nani Hendiarti juga melakukan penanaman pohon dan tebar bibit ikan di Sungai Cidurian.

“Command Center PPK DAS Citarum didukung berbagai aplikasi seperti one map policy yang menyediakan data informasi berbasis kewilayahan/spasial, Onlimo yang menyediakan data informasi berdasarkan alat pantau kualitas air Citarum, perangkat SPARING untuk mendeteksi saluran buang limbah cair industri serta CCTV dengan analitik video untuk mendeteksi ketinggian air dan timbunan sampah sungai,” ungkap Ketua Harian Satgas Citarum Harum, Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Thamim.

Gubernur Jabar sebagai Komandan Satgas PPK DAS Citarum melaporkan pula hasil pelaksanaan Program Citarum Harum yang telah berlangsung selama tiga tahun, “Tiga tahun lalu Sungai ini masuk kedalam kategori tercemar berat, tapi kini kita sudah berstatus cemar rendah,” tegas Gubernur Ridwan pada penjelasannya.

Ia menunjukkan beberapa hasil kegiatan diantaranya terkait penanganan kualitas air, sampah dan limbah industri, juga ditunjukkan hasil nyata dari rehabilitasi DAS Citarum dimana beberapa lokasi telah berubah drastis dan menjadi kawasan rekreasi yang diminati masyarakat.

Dalam arahannya, Menko Luhut menyampaikan pentingnya Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah bersama masyarakat dalam menyukseskan program Citarum Harum sehingga Sungai Citarum yang dulu terkenal kotor dapat kembali bersih dan bermanfaat bagi pertanian, air baku dan dapat dinikmati untuk kehidupan.