Di Tengah Ancaman  Corona, BRI Targetkan Pertumbuhan Kredit 12 Persen

Loading

goodmoneyID – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sunarso seusai gelaran rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), tetap optimistis terhadap pertumbuhan kredit.

“Jadi kita sudah perhitungkan bahwa dengan perlambatan ekonomi secara global dan sekarang juga ada bencana virus corona yang tentu akan berpengaruh pada pertumbuhan,” kata Sunarso, di Gedung BRI, Jakarta, Selasa (18/2).

Sunarso menyebut langkah kebijakan pemerintah lewat UU Omnibus Law, dan kebijakan fiskal yang akomodatif, serta komitmen Bank Sentral yang sangat support, dapat membantu kinerja perbankan di tahun ini.

“Kami rencanakan kredit bisa tumbuh sekitar 10 – 12 persen. Demikian juga simpanan dan pihak ketiga, kita perkirakan akan mampu tumbuh 10 – 12 persen, begitu pula laba kami proyeksikan tumbuh 10 – 11 persen kemudian LDR (Loan to Deposit Ratio) kami proyeksikan sekitar 89 -90 persen,” terangnya.

Sepanjang tahun 2019, penyaluran kredit Bank BRI mencapai Rp907,4 triliun. Penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp1.021,2 triliun.  Adapun aset Bank BRI sepanjang tahun 2019 mencapai Rp1.416,8 triliun. NPL berada di angka 2,8 persen dan BRI terus berupaya menurunkannya melalui restrukturisasi kredi, dan penyelesaian kredit.

Ia mengklaim meskipun virus corona dan kondisi global bakal berpengaruh, namun Bank BRI telah mengantisipasi langkah tersebut.  “Pengaruh memang ada, tapi karena kita sering menghadapi situasi yang sulit seperti ini maka risk management kita cukup kuat,” ujarnya.