Ekonomi Melemah Diterpa Corona, Fintech Lending Bisa Jadi Solusi

Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif Indef. (foto: Gio/goodmoneyID).

goodmoneyID –  Pemerintah mengimbau agar masyarakat mengurangi interaksi secara sosial atau social distancing karena virus Corona (Covid-19). Dalam hal ini, fintech lending dapat menjadi solusi bagi mereka yang ingin mendapatkan akses pendanaan tanpa perlu bertatap muka.

Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad, meluasnya wabah Covid-19 membuat masyarakat fokus ke beberapa sektor yang menopang antisipasi penyebaran virus corona saja, misalnya seperti industri makanan dan kesehatan. Namun bukan berarti sektor lain seperti fintech lending tidak dapat bertumbuh di situasi saat ini.

“Ada pilihan untuk fintech lending, namun perlu melihat situasi ketidakpastian seperti saat ini,” ujar Tauhid, di Jakarta, Senin (23/3).

Lanjut Tauhid, industri fintech lending perlu segera mengambil langkah-langkah strategis supaya masyarakat tetap mendapatkan akses pembiayaan secara online. Salah satu cara yang disebutkannya adalah menurunkan suku bunga yang dianggap dapat menarik perhatian publik.

“Di berbagai negara, suku bunga pinjaman di tengah situasi virus ini menjadi rendah sekali, bahkan sampai nol persen. Jika suku bunga tinggi, potensi NPL (non-performing loan) semakin meningkat. Ini bisa menjadi pukulan balik untuk industri fintech lending,” katanya.

Dia juga menyarankan industri fintech lending melihat situasi ini sebagai kesempatan yang baik untuk memperkenalkan lagi industri yang masih baru di Indonesia. Cara lainnya misalnya perusahaan dapat membuat fasilitas tambahan seperti mengadakan program diskon atau hal menarik lainnya.

Sedangkan Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengatakan industri harus tetap optimistis di tengah kondisi pembatasan sosial karena isu virus corona saat ini. Dia yakin fintech lending memiliki sistem yang dibutuhkan masyarakat saat ini yakni proses  yang seluruhnya secara digital, dapat memproses pinjaman dengan cepat tanpa bertele-tele, dan yang terpenting adalah transparansi.

“Situasi saat ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelenggara fintech lending. Untuk itu diperlukan inovasi produk serta layanan yang dapat mencakup kebutuhan masyarakat saat ini. Ini bukan cara yang mudah tapi perlu dilakukan agar industri terus berkembang di tengah situasi yang tidak menentu,” jelas Kuseryansyah.

Sementara itu pandangan dari pelaku usaha fintech lending itu sendiri yakni Roberto Sumabrata, Head of Corporate Affairs UangTeman menyebutkan Dengan imbauan social distancing saat ini, layanan fintech lending bisa menjadi alternatif karena seluruh proses pengajuan pinjaman bisa dilakukan tanpa bertemu secara langsung.

“Dengan kemajuan teknologi _Electronic Know Your Customer_ (E-KYC) dan digitalisasi yang sudah diterapkan oleh UangTeman saat ini, semua proses mulai dari download_aplikasi, pengajuan pinjaman, verifikasi data, perjanjian digital, pencairan, sampai dengan penagihan dapat dilakukan melalui teknologi finansial,” kata Roberto.

Roberto melanjutkan, dengan fintech kebutuhan keuangan masyarakat yang mungkin muncul dalam kondisi saat ini bisa tetap terpenuhi dengan baik, bahkan pertumbuhan fintehc miliknya yakni UangTeman naik 20% untuk pengajuan melalui aplikasi dalam beberapa hari ini lalu,” ujar tambahnya.

Roberto juga mengatakan bahwa UangTeman sedang menyiapkan layanan tambahan yang bertujuan untuk membantu dan memudahkan masyarakat melalui teknologi finansial. Apalagi, perkembangan terkait isu virus Covid-19 ini berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Kami sangat prihatin dan memahami kondisi yang terjadi, karena itu kami sedang menyiapkan layanan tambahan untuk membantu memberikan kemudahan akses layanan keuangan kepada masyarakat sebagai komitmen kami dalam mendukung perekonomian Indonesia,” tutupnya.