Indonesia Nasional Single Window, Gerbang Sukses Export Indonesia

Foto: Webinar Indonesia Nasional Single Window, Gerbang Sukses Export Indonesia oleh goodmoneyID Jumat (14/1/22)

goodmoneyID –Salah satu perubahan penting dalam pengaturan perizinan ekspor impor adalah implementasi Single Submission (SSm), yaitu pengajuan perizinan melalui Sistem Indonesia National Single Window (INSW). INSW merupakan sistem terintegrasi yang menyediakan fasilitas pengajuan, pemprosesan data, dan aplikasi untuk menyelesaikan semua dokumen perijinan secara elektronik dan dibawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Dengan adanya sistem SSm dan INSW, kini perizinan ekspor impor semakin mudah dan cepat. Dan pelaku usaha tinggal mengajukan permohonan melalui Sistem INSW yang merupakan hub untuk sistem pelayanan perizinan di seluruh K/L terkait. Adapaun tujuan peraturan baru ini adalah agar data dapat terintegrasi antar K/L dan menjadi superset data untuk menghilangkan repetisi dan duplikasi.

Menanggapi peraturan terbaru soal ekspor impor ini, Goodmoney.id, Bank BNI, Indonesia National Single Window (INSW), Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), dan SUPERKEY mengadakan pertemuan dengan para pakar secara daring, bertajuk Gerbang Sukses Export Indonesia.

Bertujuan untuk mengedukasi para pelaku usaha yang fokus pada bidang ekspor untuk lebih update dan mengenal peraturan baru tersebut. Webinar ini berlangsung pada hari Jumat (14/1/22) dan diikuti oleh para pelaku UMKM.

Foto: Peserta webinar Indonesia Nasional Single Window, Gerbang Sukses Export Indonesia oleh goodmoneyID Jumat (14/1/22)

Hadir sebagai pembicara, Sri Dewi Merdekawati dari Lembaga National Single Window (LNSW) mengatakan didalam Perpres 44 (tahun 2018) ini juga disebutkan ada 15 kementerian lembaga yang terintegrasi dengan sistem INSW.

“Jadi kami mengelola lembaga yang diberikan mandat untuk mengelola sistem INSW dimana seluruh kegiatan ekspor impor itu terintegrasi di INSW” Ujar Dewi Jum’at (14/1/2022).

Terkait detail teknis dari sistem INSW, Wahyu Prasetya menjelaskan bagaimana pendaftaran akun dengan 9 langkah tahapan registrasi yang berada di laman account.insw.go.id.

Untuk beberapa yang mengalami kendala yang susah, Wahyu juga menjelaskan bahwa jika pengisiannya sudah benar dan sesuai maka akan mudah dan tidak menemui kendala.

“Pastikan di OSSnya sendiri datanya lengkap, Jika OSSnya kosong akan terkendala di pengisian berikutnya” jelas Wahyu.

Mengapresiasi sitem INSW Djoko Retnadi selaku pengamat ekspor juga angkat bicara tentang National Single Window sudah lama diketahuinya, namun saat ini sudah mendapat beberapa perbaikan.

“Kalau kita bicara tentang arus dokumen dan juga arus barang, sudah begitu intensif dan semuanya pengurusan administrasi sudah paperless, peopleless, dan timeless”  jelas Djoko.

Sharing Ilmu Mengenai Kiat Kiat UMKM Ekspor

Webinar yang  juga bertujuan untuk saling sharing antara para pelaku UMKM dan para ekspert ini juga menghadirkan salah satu pengusaha dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), Ibu Yoely dirinya menjelaskan bahwa pihaknya sudah sering melakukan pengiriman barang keluar negeri, salah satunya untuk TongTong Fair di Belanda semenjak tahun 2017 lalu.

“Namun agak berbeda saat acara di Moscow, biayanya agak besar karena menggunakan pesawat. Tidak seperti ke Belanda yang menggunakan kapal laut.” Ujarnya

Yuli juga menyampaikan perihal kejadian anggota organisasinya yang pernah tertipu saat pengiriman barang dari Indonesia ke luar negeri.

“Ketika teman-teman IPEMI di 16 negara itu ingin kita kirimkan barang. Bagaimana cara yang aman agar tidak ditipu ?” tanya Yuli.

Di kesempatan yang sama, Rita seorang pengusaha kerajinan kayu asal Jogjakarta juga menanyakan, bagaimana caranya menjadi mitra binaan dari Perbankan ?

Berbagi pengalaman untuk menjawab pertanyaan pengusaha asal Jogja tersebut, Teuku Bawadi selaku eksportir kopi ke 8 negara ini menjelaskan trik jitunya untuk menjadi mitra binaan perbankan.

“Saat mengenalkan usaha, jangan pernah langsung meminta dana, Namun minta dilibatkan untuk pengenalan produk” jelasnya.

“Karena banyak saat mengenalkan usaha, teman-teman langsung meminta bantuan dana. Akhirnya perbankan kurang tertarik untuk bekerja sama” sambung Teuku Bawadi.

Diujung Kegiatan pengamat Ekspor Djoko Retnadi yang juga pernah di Lembaga Pengelola Investasi (LPI) dan Mantan Direktur Eximbank ini, menambahkan mengenai efek dari pandemi yang  belum usai dengan berbagai ketidak-pastian peraturan pengiriman di negara-negara tujuan ekspor.

Djoko juga memaparkan jika tahun 2022 peluang ekspor untuk UMKM di Indonesia sangat besar, adapaun jenis usaha yang masih banyak diminati yakni seperti kuliner, kopi, bumbu, dan perikanan serta fashion.