Masyarakat Diimbau Siapkan Perlindungan Hadapi Ancaman Resesi 

Loading

goodmoneyID – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani baru-baru ini menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Nasional di tahun 2020 diperkirakan akan berada di sekitar minus 1,1% hingga 0,2% sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Dengan keadaan ini, sejumlah pakar ekonomi berpendapat bahwa Indonesia sudah semakin mendekati kondisi resesi.

Menanggapi kemungkinan terjadinya resesi, para ahli perencanaan keuangan pun mulai mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah-langkah penting guna melindungi keuangan rumah tangga agar tetap sehat dan aman. Cara untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko tersebut salah satunya adalah melalui asuransi.

Presiden Direktur Chubb Life Indonesia, Kumaran Chinan mengungkapkan, Asuransi merupakan mekanisme vital dalam memastikan keamanan finansial, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi seperti saat ini.

“Krisis yang kita hadapi akibat pandemi Covid-19 telah menjadi momen pembelajaran yang sulit, di mana orang-orang mulai menyadari bahwa siapapun dapat terdampak oleh risiko keuangan kapan saja. Memiliki pekerjaan yang stabil dan gaya hidup yang berkecukupan tidak 100% menjamin keamanan dari risiko yang tidak terduga di masa depan.” ujar Kumaran kepada goodmoneyID dalam rilisnya, Jumat (4/9).

Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa saat ini biaya pendidikan meningkat sebanyak 10% setiap tahunnya, yang semakin menambah beban keuangan di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Namun, mereka yang telah mengambil langkah-langkah perlindungan jangka panjang melalui asuransi akan teringankan bebannya. Jika hal buruk terjadi, keluarga dan orang tercinta pun akan sudah terlindungi.

“Chubb Life Indonesia sendiri baru saja meluncurkan Long Term Endowment Insurance atau produk asuransi jiwa tradisional dwiguna yang memberikan perlindungan hingga 20 tahun, dengan batas usia tertanggung mulai dari 30 hari sampai 80 tahun. Hal ini merupakan salah satu solusi Chubb Life Indonesia untuk membantu para keluarga di Indonesia membangun keamanan finansial jangka panjang di tengah ketidakpastian kondisi saat ini,” ujar Kumaran.

Kumaran juga menambahkan bahwa tidak ada kata terlalu dini untuk memiliki investasi jangka panjang seperti asuransi.

Bahkan, dengan memiliki asuransi lebih awal, masyarakat dapat memperoleh premi yang lebih baik dan menghindari beban keuangan di masa depan, termasuk yang bersifat darurat atau tidak terduga.

Hal yang disampaikan oleh Kumaran ini senada dengan anjuran yang diberikan oleh Forbes untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman resesi.

Kontributor Senior Forbes, Camilo Maldonado dalam tulisannya yang berjudul “7 Things You Need To Do To Prepare For A Potential Recession” di tahun 2019 menjelaskan bagaimana orang yang sudah berkeluarga perlu memiliki asuransi yang relevan dengan kebutuhan mereka, terutama di tengah situasi yang tidak menentu.

Dengan berinvestasi sejak dini, masyarakat dapat membangun keamanan finansial dan terlindungi dari ancaman resesi.