Mengenal Eric Yuan CEO ZOOM, Kaya Mendadak Akibat Corona

foto : Eric Yuan (sumber: yourstory)

goodmoneyID – Pandemi Virus Corona (Covid-19) telah membuat sebagian negara di seluruh kocar kacir menghadapinya. Sebab virus ini sangat menular dan sebagian orang memilih untuk berdiam diri dirumah, termasuk juga pekerjaan mereka lakukan di rumah atau work from home (WFH). Walaupun bekerja di rumah tidak membuat komunikasi dengan rekan kerja menjadi sulit, hal ini dikarenakan adanya sebuah aplikasi yang bernama Zoom, yang memungkinkan seorang bisa rapat secara virtual atau online dengan banyak orang.

Selama masa pandemi corona atau selama 3 bulan terakhir, Aplikasi Zoom mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dimana saat ini pengguna aplikasi zoom sudah mencapai 100 juta lebih. Hal ini juga berbanding lurus dengan harta pendiri dan CEO Zoom, yaitu Eric Yuan.

Dalam 3 bulan terakhir menurut Financial Times, kekayaan Eric bertambah USD 4 miliar atau di kisaran Rp 66 triliun. Adapun harta totalnya diestimasi sudah USD 7,5 miliar, berdasarkan kepemilikan saham di Zoom.

Pria berusia 49 tahun tersebut lahir di provinsi Shandong, China. Ia menyelesaikan kuliah di bidang matematika dan teknik, GanSis. Sebelum bikin aplikasi ini, Eric sempat bekerja di Jepang selama 4 tahun. Setelah itu ia melanjutkan karirnya ke Amerika.

Eric mengawali karirnya di Amerika dengan bekerja di startup internet. Dengan bermodalkan kepandaian dan kerja keras, karir Eric di Amerika mulai menunjukkan hasil. Ia pernah menjadi Vice President di Cisco Systems. Ia juga pernah bekerja di perusahaan konferensi video WebEx.

Pada tahun 2011, pria yang sempat menjalani LDR dengan istrinya ini pernah mengusulkan teknologi konferensi video yang ramah smartphone pada Cisco. Namun usulannya tersebut ditolak. Tak mau menyerah dengan idenya tersebut, Eric memutuskan keluar dari Cisco dan mendirikan Zoom.

Ya namanya juga memulai bisnis, Eric sempat kesulitan dalam mendapatkan dana dan harus meminjam pada teman dan keluarga. Namun karena gigih dan keyakinan tadi, aplikasi bikinannya ini mulai populer. Pada tahun 2014, pengguna Zoom saat itu berhasil mencapai 10 juta, dan pada tahun 2015 angka tersebut meningkat menjadi 40 juta pengguna.

Pencapaian tersebut membuat Zoom mendapat kucuran dana dari sejumlah investor, diantaranya Horizons Ventures dan Qualcomm Ventures. Pada tahun 2017, status startup unicorn pun sudah didapatkan Zoom. Akhir Maret 2019, perusahaan ini telah menjual saham perdana atau IPO dengan valuasi sekitar USD 16 miliar.

Akibat Covid-19 dan banyak pegawai diseluruh dunia menerapkan WFH, tahun ini popularitas Zoom makin tinggi, sebab di samping mudah, dan efisien, aplikasi ini juga murah dan bisa di akses melalui smartphone ataupun PC (Personal Computer). Bahkan para pegawai teknologi raksasa seperti Samsung, Uber, dan Walmart kabarnya juga ikut menggunakan aplikasi ini.