Pemerintah Berharap Pada Omnibus Law Untuk Pacu Ekonomi

sumber: setneg.go.id

goodmoneyID – International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook (WEO) edisi Januari 2020 menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini menjadi 3,3 persen dari proyeksi sebelumnya 3,4 persen.

Lalu bagaimana dengan perekonomian Indonesia  2020. Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan mengatakan  ekonomi Indonesia di 2020 masih bertahan di angka 5 persenan.

“Kalau kita lihat secara jelas, saat ini terjadi pelemahan ekonomi dunia. Ditandai dengan Cina yang menjadi negara terbesar kedua sejak empat tahun lalu menyalip Jepang, nyatanya secara persisten turun terus. Bahkan terakhir realisasinya 6,1persen di 2019. Kita pindah ke India  yang tadinya bisa tumbuh di atas 8 persen di tahun 2018 kuartal 1. Sedangkan di tahun 2019 periode yang sama hanya tumbuh 5,07 persen, bahkan kuartal kedua turun lagi 5,05 persen. Yang sangat tajam penurunan di kuartal ketiga jadi 4,55 persen,” ujar Iskandar.

Indonesia pertumbuhan ekonominya masih bisa bertahan di level lima persen. Pada kuartal satu 2019, tumbuh 5,07 persen. Kuartal kedua 5,05, sehingga rata rata 1 semester 5,06 persen, di kuartal ketiga 5,02 persen. Diharapkan  pada 2020 perekenomian Indonesia tumbuh 5,04 persen sampai 5,08 persen. Pemerintah dalam APBN 2020 mematok target pertumbuhan tahun ini sebesar 5,3 persen.

“Ya betul keseluruhan ekonomi turun. Tapi saya optimis ekonomi Indonesia, sebab beberapa hal, seperti investasi  sudah disetujui 800 triliun investasi riil masuk ke Indonesia, yang diperkirakan masuk pada triwulan III dan IV. Serta pertahanan daya beli konsumsi masih tinggi yang mencapai 56 persen hingga 57 persen dari total PDB maka diharapkan kita bisa tumbuh 5,04 persen hingga 5,08 persen di 2020,” ujar Iskandar.

Walaupun ada revisi dari IMF, menurutnya Indonesia masih lebih kuat dibandingkan negara lain. Sektor ekspor juga diklaim tahun ini mampu bangkit setelah terpuruk di tahun lalu.

“Karena ekspor tahun lalu negatif, maka ekspor 2020 ini bisa tumbuh tapi gak besar-besar banget ya, pokoknya positif dikit, tidak negatif lagi,” terang Iskandar.

Ia juga menyinggung Omnibuslaw UU Penciptaan Lapangan Kerja yang sedang digarap dan dijadwalkan April nanti mulai berlaku. Ini dapat menjadi faktor yang diklaim mampu men-triger perekonomian Indonesia di 2020  lebih baik.