RAPBN 2027: Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat

Loading

goodmoneyID – Pemerintah menargetkan perekonomian Indonesia tumbuh 6,0 persen pada tahun 2027 melalui RAPBN yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi, mendorong pertumbuhan, dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan kinerja ekonomi nasional yang tetap kuat pada 2026, di tengah dinamika dan ketidakpastian global.

Pada semester I tahun 2026, perekonomian Indonesia tumbuh 5,45 persen (yoy) dan diperkirakan terus menguat hingga mencapai sekitar 5,6–6,0 persen (yoy) pada akhir tahun 2026. Perbaikan juga tercermin pada indikator kesejahteraan masyarakat, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,74 persen pada Februari 2026 dari 4,76 persen pada Februari 2025, serta tingkat kemiskinan turun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026 dari 8,47 persen pada Maret 2025.

Sejalan dengan target pertumbuhan tersebut, Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan pada 2027 turun menjadi 6,0–6,5 persen, rasio gini 0,362–0,367, dan TPT 4,30– 4,87 persen. Pembangunan sumber daya manusia turut diperkuat melalui target Indeks Modal Manusia (IMM) sebesar 0,575, Indeks Kesejahteraan Petani 0,8038, proporsi penciptaan lapangan kerja formal 40,81 persen, GNI per kapita USD5.800–USD5.840, serta Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 76,84.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia pada 2027 tetap akan menghadapi situasi global yang kompleks dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi. Namun, pengalaman Pemerintah dalam merespons dinamika ekonomi menjadi modal untuk menjaga perekonomian nasional.

”Tapi kita sudah punya pengalaman yang cukup, dan kita sudah praktekkan dalam 3 triwulan terakhir, bahwa kita, pemerintah, bisa mengeluarkan respon kebijakan yang cukup baik, yang bisa mengurangi dampak ketidakpastian global terhadap perekonomian Indonesia.” Ujar Menkeu.

RAPBN TA 2027 mengusung tema “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat” dan dirancang sebagai instrumen fiskal yang adaptif, kredibel, produktif, dan berkelanjutan untuk mendorong investasi, meningkatkan produktivitas, memperkuat pembangunan sumber daya manusia, serta mempercepat industrialisasi dan hilirisasi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x