Utang Pemerintah Membengkak Jadi USD 204,9 Miliar

Loading

goodmoneyID – Bank Indonesia merilis posisi Utang Luar Negeri (ULN) pemerintah pada akhir Januari 2020 tercatat sebesar USD 204,9 miliar, atau tumbuh 9,5% (year on year/yoy).  Utang itu didominasi oleh arus dana investor nonresiden di pasar Surat Berharga Nasional (SBN), termasuk dari penerbitan obligasi global dalam mata uang USD dan Euro.

Adapun posisi obligasi global pada bulan Januari 2020 meningkat sebesar USD 2,7 miliar atau tumbuh 8,1% (yoy). Sementara itu, posisi SBN domestik meningkat sebesar 2,4 miliar dolar AS atau tumbuh 21,9% (yoy).

Pengelolaan ULN pemerintah digunakan untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,5% dari total ULN pemerintah), sektor jasa pendidikan (16,3%), sektor konstruksi (16,2%), sektor jasa keuangan dan asuransi (12,9%), serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,6%).

Secara total, ULN Indonesia pada akhir Januari 2020 tercatat tumbuh 7,5% (yoy), atau melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 7,7% (yoy). Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh perlambatan ULN swasta.

Jumlah ULN Indonesia pada akhir Januari 2020 tercatat sebesar USD410,8 miliar, terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) USD 207,8 miliar. Sementara ULN Indonesia sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD 203,0 miliar.

ULN tersebut tercatat lebih rendah yakni 5,8 persen (yoy), di banding pertumbuhan pada bulan sebelumnya yakni 6,5 persen (yoy). Hal ini dipengaruhi oleh perlambatan ULN sektor lembaga keuangan, dimana secara sektoral ULN swasta di dominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA), sektor pertambangan & penggalian, dan sektor industri pengolahan. Pangsa ULN pada keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 77,3%.

Untuk Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Januari 2020 sebesar 36,0%, atau menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya. Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89,3% dari total ULN.