Bank BTN Prediksi Omnibus Law Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi  5,4 Persen

Loading

goodmoneyID  – Bank BTN menggelar Market Economic Outlook 2020 dengan tema “Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menjawab Tantangan Global”. Dalam acara ini Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansuri  memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 tumbuh 5,3 persen meskipun sentimen negatif global masih terus membayangi.

“2019 sudah kita lewati, ini tahun yang boleh dibilang banyak peristiwa peristiwa global yang tak bisa kita bayangkan sebelumnya, dan peristiwa ini akhirnya ikut memengaruhi ekonomi kita,” ujar Pahala Mansury, di Jakarta,  Senin (3/2).

Di awal tahun 2020 perekonomian Indonesia berjalan cukup baik, hal ini dipengaruhi oleh aliran modal masuk (capital inflow) yang cukup besar. Per 9 Januari 2020, capital inflow tercatat Rp10,1 triliun. Namun dalam waktu 2 minggu kondisi global kembali terguncang dengan munculnya virus Corona yang berasal dari China. Yang menyebabkan ada sentimen market global berubah.

“Kalau kita lihat sentimen market di tahun lalu bisa berubah-ubah. Dan ini memungkinkan terulang di tahun 2020. kita lihat dalam kurun waktu 2 minggu muncul Corona virus, ini menimbulkan perubahan pada sentimen market,” ujar Pahala.

Namun Pahala menyebutkan di tengah berbagai sentimen global, perekonomian Indonesia bisa tumbuh 5,3 – 5,4 persen di tahun 2020. Ia meyakini dengan kebijakan yang diambil pemerintah lewat Omnibus Law, berbagai hal yang menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa diselesaikan.

“Saya optimis dengan dua unsur utama Omnibus Law, ini bisa jadi penggerak makro ekonomi kita. Bisnis publik juga tentu bisa lebih baik lagi, karena pertama hambatan pajak sudah dibenahi, dan kedua jumlah tenaga kerja kita bisa meningkat,” tutup Pahala.