Bank Digital Dan Fintech, Kawan Atau Lawan?

Foto: Online banking businessman using smartphone (Sumber: iStock)

goodmoneyID – Disrupsi teknologi telah mengubah wajah industri finansial di Indonesia, bayangkan saja sepuluh tahun lalu dengan sekarang? layanan finansial yang telah berubah dari masa kemasa begitu nyata, faktanya yang tak mampu bertransformasi dan menyesuaikan dengan keadaan serta kebutuhan masyarakat maka akan di tinggalkan.

Teknologi menyerap semua sektor termasuk keuangan, dari sini lahirlah bank digital dan fintech. Bank digital dan fintech jelas berbeda, jika bank digital merupakan bank yang pelayanannya atau kegiatannya mnggunakan sarana digital milik Bank, atau melalui media digital milik calon nasabah, yang dilakukan secara mandiri, tanpa kantor cabang.

Terbentuknya Bank digital bisa melalui dua cara. Pertama, benar-benar bank baru yang akan menerapkan digital secara penuh. Kedua, transformasi bank eksisting menjadi bank digital.

Sementara fintech adalah layanan jasa keuangan yang memanfaatkan teknologi sebagai basis operasionalnya. Bisa dibilang, fintech merupakan salah satu segmen dalam start-up. Bank Indonesia memberikan definisi, bahwa fintech adalah model bisnis yang memadukan jasa keuangan dan teknologi paling canggih.

Intinya fintech itu terdiri dari dua garis besar yakni teknologi dan finansial, makanya dinamakan fintech / tekfin.

Setelah tahu perbedaan dari dua jenis layanan finansial digital diatas, maka pertanyaanya apakah fintech dan bank digital merupakan kawan atau justru menjadi lawan?

Head of business partnership of Bank Jago, Sony Christian mengatakan meski banyak yang bilang fintech dan digital bank itu saling berkompetesi satu sama lain, tapi nayatanya mereka berdua sebetulnya justru malah saling melengkapi dan bisa tumbuh beriringan.

“Misalnya di Bank Jago kita telah beradaptasi untuk menyerap customer dengan memanfaatkan teknolgi yang lebih cepat. Sama dengan fintech, bagaimana strategi menyelaraskan keduanya ini? Fintech bukan ancaman, tapi kami percaya ini keduanya bisa saling berjalan dan saling membantu tumbuh dan mendevelop bersama,” ujar Christian dalam webinar AFPI tentang Fintech dan Covid- 19 di Indonesia, Selasa (8/3).

Christian menekankan Bank digital dan fintech bisa jalan bersama, “ini tentu mereka teman bukan musuh,” tegas Christian.

Bagaimana kolaborasi fintech dan bank digital?

Foto: Financial technology and mobile communication concept Fintech (Sumber: iStock).

Christian  meyakini kunci sukses kolaborasi fintech dan bank digital adalah melalui kerjasama di bidang sistem digital, “bank jago percaya salah satu kunci sukses dari digital bank itu juga kolaborasi dengan ekosistem yang ada. salah satunya melakukan kolaborasi dengan beberapa finansial institusi seperti fintech p2p,” kata Christian.

Namun sebelum itu, fintech dan bank digital bisa bertumbuh berbarengan sebab fintech dan bank digital memiliki ekosistem dan customer yang mirip, misalnya “individu lender di fintech, mereka masih punya limit, tapi bank bisa nih memenuhi itu, jadi bank itu bisa jalan bersama,” imbuh Christian.

Bank digital Bank Jago saat ini juga telah bekerjasama dengan, beberapa platform fintech P2P lending, seperti kredit fintech, kofin, dll. Bank jago juga terbuka dengan teknologi asuransi.

Lanjut Christian, ia percaya teknologi bukan hanya memberikan pengalaman baru, tapi juga bisa membuat kualitas dan membangun industri keuangan lebih modern.

Peran regulator disini juga sangat mendukung, seperti OJK yang mendorong terus mendorong finansial inklusi, sebab di Indonesia masih sedikit, padahal pengguna smartphone di Indonesia cukup banyak. Hal ini yang ditangkap oleh Bank Jago saat memposisikan dirinya menjadi bank digital.

“Bank jago melihat peluang dari pengusaha UMKM yang memanfaatkan bisnisnya dengan teknologi, pandemi juga membuat social distancing dan membuat interaksi kita terbatas tak bisa secara face to face,” tutup Christian.