Gelar RUPS Tahunan, BRI Rombak Struktur Dewan Komisaris dan Direksi

Jajaran Direksi BRI dalam RUPST di Jakarta, (18/2). (foto:Gio/goodmoneyID).

goodmoneyID – Bank BRI telah memperoleh persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk melakukan perubahan struktur pada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.

Melalui RUPST para pemegang saham menyetujui untuk mengangkat Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo sebagai Komisaris Utama. Secara total, telah ditetapkan 6 anggota komisaris serta 1 anggota direktur baru di BRI.

“RUPST mengangkat Kartika Wirdjoatmodjo sebagai Komisaris Utama, Ary Kuncoro sebagai Wakil Komisaris Utama, Rabin sebagai Komisaris, Erwidyo Pramono sebagai Komisaris, Dwi Lidya sebagai Komisaris, Zulnahar Usman sebagai Komisaris serta Wisto Prihadi sebagai Direktur Kepatuhan,” kata Sunarso dalam konferensi pers di kantor BRI, Jakarta, Selasa (18/2).

RUPST ini juga memberhentikan Andrinof A. Chaniago (Komisaris Utama), Wahyu Kuncoro (Wakil Komisaris Utama), A. Fuad Rahmany (Komisaris Independen), A. Sonny Keraf (Komisaris Independen) Loeke Larasati Agustina (Komisaris) dan Azzizatun Azimah (Direktur Kepatuhan).

Berdasarkan laporan keuangan, Bank BRI pada 2019 berhasil membukukan laba Rp 34,41 triliun naik 6,15% dari 2018 sebesar Rp 32,4 triliun. Sementara, aset BRI tercatat Rp 1.418,95 triliun, tumbuh 9,41% dibanding aset akhir tahun 2018 sebesar Rp 1.296,90 triliun.

Dari nilai aset tersebut sebesar Rp 970,4 triliun ditempatkan pada penyaluran kredit. Demikian perseroan juga mampu menghimpun dana masyarakat dalam bentuk Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 1.021,2 triliun.

Kualitas kredit pun dijaga pada batas manageable dengan rasio kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat 2,8% secara konsolidasian. Terhadap nilai NPL tersebut, Sunarso mengatakan bahwa Perseroan telah menyiapkan pencadangan secara cukup, ia mengakui coverage dana cadangan terhadap NPL sebesar 153%.