Mengenal Jenis-Jenis Investasi, Pemula Mari Simak!

Foto: ILustrasi Investasi (Dok: Pexels)

goodmoneyID – Kata investasi sendiri sudah tidak asing terdengar di telinga kita. Semakin banyak pilihan instrumen investasi dan pesatnya pertumbuhan jumlah investor seakan mengkonfirmasi tren investasi di Indonesia.

Lalu apa sih yang dimaksud dengan investasi? dan apa saja jenis jenisnya? Simak pembahasan berikut!

Sederhananya, investasi adalah cara untuk membuat aset kita bekerja. Ketika seseorang berinvestasi, tujuannya bukan untuk konsumsi melainkan menambah kekayaan dan menggunakannya di masa depan.

Selain itu, penting untuk kita memiliki alasan berinvestasi. Manfaatnya dapat memberikan motivasi supaya  tetap fokus pada tujuan investasi kita.

Berikut Jenis-Jenis Investasi yang wajib diketahui oleh pemula

1. Reksa Dana

Paket investasi yang terdiri dari berbagai aset seperti deposito, obligasi, dan saham yang dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi. Saat membeli reksa dana maka kamu menjadi pemilik unit dan dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga unit. Reksa dana terdiri dari 4 jenis yaitu reksa dana pasar uang, obligasi, saham, dan campuran. Jadi, kamu bisa lebih fleksibel dalam memilih jenis aset berdasarkan jangka waktu dan profil risiko yang kamu miliki.

2. Deposito

Produk keuangan yang diterbitkan oleh perbankan dengan keuntungan dan jangka waktu investasinya ditetapkan dari awal. Misalnya, kamu membeli deposito bank dalam jangka waktu 1 tahun dengan bunga 3,25%. Maka dana yang kamu investasikan akan dikelola sebagai modal bank dan dapat dicairkan pada tanggal jatuh tempo disertai pembayaran bunga.

3. Obligasi

Surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi untuk memperoleh pembiayaan. Seperti deposito, return dan jangka waktu investasi obligasi sudah ditetapkan dari awal. Misalnya, obligasi pemerintah seri ORI-020 memiliki kupon 4,95% per tahun dengan jangka waktu 3 tahun. Lalu, pada umumnya obligasi memiliki jangka waktu lebih panjang dan melakukan pembayaran keuntungan secara rutin dari setiap bulan, per 6 bulan, atau tahunan.

4. Saham

Ketika membeli saham, kamu terdaftar secara resmi sebagai pemilik sah atas suatu perusahaan. Saat ini, terdapat lebih dari 700 perusahaan tercatat yang sahamnya dapat diperjualbelikan melalui Bursa Efek Indonesia. Lalu, kamu dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain) dan pembagian keuntungan perusahaan (dividen)

5. Emas

Biasanya orang membeli emas untuk melindungi nilai kekayaan. Alasannya harga emas cenderung naik saat terjadi inflasi, krisis, atau gejolak ekonomi. Lalu, kamu dapat memperoleh keuntungan dari selisih kenaikan harga beli dan jual.