![]()
goodmoneyID – Pemerintah mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tidak hanya berfokus pada peningkatan investasi, tetapi juga pada kualitas dan dampaknya terhadap perekonomian. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Dewan Nasional KEK, Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KEK Triwulan I Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Senin (27/4).
“Kawasan Ekonomi Khusus diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan sekaligus akselerator dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen,” ujar Menko Airlangga.
Untuk mencapai hal tersebut, Menko Airlangga menekankan pentingnya dukungan lintas Kementerian/Lembaga dalam mempercepat pengembangan KEK. “KEK membutuhkan dukungan lintas K/L, percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, serta penyederhanaan dan percepatan perizinan berusaha,” ujarnya.
Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan pentingnya peningkatan infrastruktur digital untuk menjawab kebutuhan pembangunan data center seiring pesatnya perkembangan teknologi seperti artificial intelligence dan quantum computing. Terkait hal tersebut, terdapat dua kawasan strategis yang berpotensi untuk menjadi landing point pengembangan data center di Indonesia, yaitu KEK yang berada di Batam dan KEK Bitung.
Menegaskan harapannya, menko Airlangga berharap hasil rapat kerja ini dapat menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi. “Saya berharap hasil Rapat Kerja Nasional KEK yang akan berlangsung dalam dua hari kedepan ini dapat menuntaskan upaya debottlenecking berbagai isu yang saat ini dihadapi, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan usaha di KEK dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.
Kinerja KEK hingga Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan tren positif. Hinggal Maret 2026, realisasi investasi kumulatif mencapai Rp353 triliun dari 365 Badan Usaha (BU) dan Pelaku Usaha (PU), dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 273.301 orang.
Pada Triwulan I 2026, tambahan investasi tercatat sebesar Rp17,5 triliun atau sekitar 25% dari target, serta penambahan tenaga kerja sebanyak 24.229 orang atau 47% dari target tahun 2026. Sebanyak 10 KEK telah mencapai lebih dari 25% target investasi, dan 11 KEK mencapai 25% target penyerapan tenaga kerja.
Dampak positif KEK turut diperkuat oleh Kajian Prospera yang mencatat bahwa wilayah dengan KEK mampu menarik Penanaman Modal Asing (PMA) hingga 173% lebih tinggi serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekitar 4% dibandingkan wilayah tanpa KEK.
Pada kesempatan tersebut, Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menyampaikan bahwa pengembangan KEK juga perlu didukung oleh kesiapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Diperlukan upaya penguatan link and match antara kebutuhan KEK dengan kurikulum dan kapasitas pelatihan, juga langkah proaktif dari Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK dan para PU dalam bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan guna memastikan pemenuhan kebutuhan pekerja secara cepat dan tepat,” ujar Sekjen Edwin.
Rakernas KEK Triwulan I Tahun 2026 menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas Kementerian/Lembaga sekaligus mengevaluasi kinerja KEK secara nasional. Kegiatan ini juga diarahkan untuk menyelesaikan berbagai tantangan pengembangan KEK, termasuk aspek perizinan, infrastruktur, dan dukungan kebijakan.