PT KCI Akan Siarkan Informasi Antrean Di Stasiun Bogor Via Medsos

Loading

goodmoneyID – Sebagai bentuk antisipasi penumpang pada masa kenormalan baru, PT KCI (Kereta Commuter Indonesia) akan menguji cobakan sistem informasi mengenai antrean di Stasiun Bogor mulai 29 Juni. Dengan adanya informasi mengenai antrean, pengguna diharapkan dapat mengatur kembali waktu perjalanannya di tengah tren jumlah pengguna KRL yang terus bertambah.

Informasi yang akan diberikan adalah zona atau titik dimulainya antrean di Stasiun Bogor. Informasi ini akan diperbaharui selama jam sibuk pagi hari melalui halaman utama di aplikasi KRL Acccess, Twitter serta Instagram @commuterline. Para pengguna KRL diharapkan dapat mengikuti informasi ini sebelum menuju ke stasiun sehingga dapat memutuskan waktu keberangkatannya maupun memilih apakah hendak menggunakan KRL atau moda transportasi lain.

Stasiun Bogor ini menjadi tahap awal, selanjutnya jika efektif maka akan dilakukan juga di stasiun-stasiun lain, yang pada pagi hari menjadi titik pemberangkatan pengguna KRL. Kondisi antrean di Stasiun Bogor juga dapat menjadi indikator kondisi antrean di Stasiun lain terutama Stasiun Cilebut hingga Citayam.

Antrean di Stasiun Bogor diatur dalam sejumlah zona dengan zona terluar pada saat pengguna masuk area parkir stasiun. Seluruh zona antrean telah ditandai dengan marka dan petugas akan mengatur agar para pengguna KRL tetap menjaga jarak saat mengante. PT KCI juga telah menyiapkan tiga unit loket tambahan portabel di area parkir stasiun untuk pengguna yang hendak menggunakan Tiket Harian Berjaminan (THB). Sementara bagi pengguna Kartu Multi Trip (KMT), sebelum masuk antrean pastikan saldo KMT atau kartu uang elektronik bank masih mencukupi.

Dari data yang ada, volume terbesar pengguna KRL biasa terjadi setiap hari Senin. Pada Senin 8 Juni tercatat jumlah pengguna KRL 300.029. Kemudian pada 15 Juni jumlah pengguna KRL mencapai 342.436. Dan pada Senin lalu 22 Juni jumlahnya mencapai 356.215 pengguna atau naik 4%.

PT KCI memprediksi jumlah pengguna akan semakin meningkat pada Senin esok. Antrean juga akan semakin panjang bila para pelaku usaha, instansi dan kantor belum memberlakukan sistem jam bertahap atau shift bagi para pegawainya. Padahal pengaturan jam kerja ini juga telah berulang kali disampaikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nasional melalui Surat Edaran Gugus Tugas nomor 8 tahun 2020.

Para pengguna KRL wajib menggunakan masker dan mengikuti pengukuran suhu tubuh saat akan memasuki area stasiun. Pengguna dihimbau memanfaatkan fasilitas wastafel tambahan yang tersedia untuk cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum maupun sesudah naik KRL. Pengguna KRL juga sangat disarankan menggunakan pakaian lengan panjang dan jaket.