RedDoorz Klaim Taat Pajak

Adil Ali Mubarak, Vice President of Operations RedDoorz. (foto: Gio/goodmoneyID).

goodmoneyID – Kepatuhan pada regulasi yang berlaku di Indonesia termasuk pembayaran pajak merupakan salah satu komitmen RedDoorz.

Sebelumnya diberitakan, Asisten Deputi Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Hengky Manurung, menyatakan bahwa RedDoorz tidak membayar pajak, dan memiliki jenis usaha yang belum jelas, apakah usaha akomodasi atau Kos kosan. (“Pemerintah Ancam OYO dan Reddoorz ke Jalur Hukum”, goodmoneyID, 17 Januari 2020).

Menjawab hal itu,  Vice President of Operations RedDoorz, Adil Ali Mubarak membantah tuduhan Kemenpar tersebut. Ia menyebutkan bahwa RedDoorz semenjak berada di Indonesia tiap tahun selalu memenuhi kewajiban selalu membayar pajak.

“Semua pajak kita bayar, saya tidak tahu itu omongan dari mana saya kurang paham, tetapi yang jelas saya dan tim tunduk kepada regulasi, pajak itu adalah kewajiban yah, jadi wajib membayar pajak, dan setiap tahun kami membayar pajak,” tukas Adil Ali Mubarak.

Selain itu sebagai jawaban atas belum jelasnya jenis usaha RedDoorz, mereka meluncurkan platform baru berupa kos kosan online yang diberi nama “KoolKost”. Nantinya KoolKost bakal terpisah jenis usahanya dengan RedDorz, RedDorz khusus penginapan harian, sedangkan KolKost diperuntukan untuk penghuni long stay atau lebih dari dari 1 bulan.

“Peluncuran ini (KoolKost) merupakan tindak lanjut manajemen RedDoorz untuk menjawab permintaan kami sebagai regulator untuk membedakan bisnis hotel dengan kos sehingga bisnis perhotelan di Indonesia tetap terjaga ekosistemnya dan bertumbuh semakin menguntungkan serta untuk bisnis kos menjadi lebih terstruktur,” ujar Ali.

Ali melanjutkan, hubungan antara RedDoorz dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar)  terjalin sangat baik, dimana RedDorz juga telah bertemu dengan Kemenpar dalam membahas pengembangan industri pariwisata di bidang properti.

“Kami bekerja sama dengan Kemenpar, untuk mengembangkan tourism indonesia. Komunikasi terjalin hangat dengan pak Hengki, kami menginformasikan tentang KoolKost pada mereka dan mereka sangat senang dengan rencana kita ini,” kata Ali.

Keberadaan KoolKost juga mendorong pendapatan tambahan bagi pelaku bisnis kos-kosan di Indonesia. Dengan fasilitas tekonologi, pemilik kos kosan bisa menjamak market lebih luas, dan  meningkatkan pendapatannya. Pelaku bisnis kos-kosan bisa bergabung dengan KoolKost lewat RedPartners.

“Melalui RedPartners, pemilik properti kos yang mengikuti program uji coba KoolKost melihat lonjakan hunian ruangan yang signifikan, dengan rata-rata kenaikan mencapai lebih dari 30%. Selain itu, RedDoorz juga kerap mengadakan berbagai pelatihan dan workshop yang berkualitas untuk membantu karyawan mitra properti meningkatkan dan memperbaiki kemampuan mereka, untuk menjamin kualitas kenyamanan penghuni,” pungkas Ali.