Allianz Life Indonesia Catatkan Pendapatan Rp13,2 Triliun

Loading

goodmoneyID РPT Asuransi Allianz Indonesia berhasil mencatatkan pendapatan premi bruto (gross written premium) tahun 2019 sebesar Rp13,2 triliun atau tumbuh 23,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan premi sepanjang 2019 diperoleh dari beberapa saluran distribusi yaitu agency (keagenan) sebesar yang tumbuh 33,0% dan bancassurance  tumbuh 20,2%.

CEO Allianz Life Indonesia Joos Louwerier, mengatakan hal ini terwujud dari kepercayaan nasabah dan mitra bisnis, dimana pada kuartal 1 (Q1) 2020 Allianz juga tumbuh sebesar Rp3,8 triliun atau sekitar 40,0% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Agency tumbuh 26,5% dan bancassurance tumbuh 55,0%,” terang Joos Louwerier, dalam konferensi pers virtual, Selasa (23/6).

Sedangkan dari sisi klaim nasabah, dan pembayaran manfaat dan klaim Allianz mencatatkan total kasus klaim pada 2019 lebih dari 262 ribu kasus, atau setara dengan Rp7,8 triliun. Kasus ini tumbuh 14,2% dibandingkan tahun 2018. Sementara itu pada di Kuartal 1 2020, Allianz telah membayarkan klaim sebanyak Rp2,1 triliun kepada nasabah.

Beberapa tahun terakhir Allianz life juga berinovasi dalam bidang digital, guna memberikan kenyamanan dan pengalaman unik bagi para nasabah.

Allianz telah memiliki Digital ecosystem untuk customer dan bisnisnya. Pertama, online dan digital sale elektronik subcision, yang sudah mencapai 92%. Kedua, 5 minute proses policy asuransi, “dengan Allianz yang seharusnya klaim bisa sampai 7 hari, allianz bisa cuma 5 menit,” ujar Joos Louwerier.

Ketiga, Digital claim Allianz easy connect. Keempat e-policy yang sudah mencapai 46%. Terakhir allianz menduduki peringkat nomor 1 untuk e-commerce di segmennya.

“Allianz ingin¬† nasabahnya lebih happy saat transaksi. Itu upaya kita untuk kenyamanan nasabah saat bertransaksi, apalagi saat PSSB dan pandemi digital tools sangat bermanfaat sekali menunjang kebutuhan bisa bertransaksi tanpa keluar rumah,” tutup Joos Louwerier.