Babak Baru Kartu Prakerja Skema Normal, Gaet Universitas dan LSM

Loading

goodmoneyID – Program Kartu Prakerja memasuki babak baru dengan dimulainya implementasi skema normal. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Program Kartu Prakerja di tahun 2023 memperkuat fokus pada skilling, reskilling dan upskilling bagi penerima manfaat program melalui berbagai pelatihan yang berkualitas dengan standar yang semakin meningkat. Upaya tersebut diantaranya ditandai dengan peningkatan nominal bantuan untuk biaya pelatihan, durasi pelatihan yang bertambah dari 6 jam menjadi 15 jam dan pelatihan yang diselenggarakan dengan moda daring, luring dan bauran.

Dalam upaya mengawal ekosistem Prakerja pada skema normal, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) bekerjasama dengan berbagai universitas dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Diantaranya adalah Institut Pertanian Bogor (IPB University), Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Tanjung Pura, Universitas Udayana, Universitas Mataram, Universitas Hasanuddin, Universitas Nusa Cendana, Yayasan Plan International Indonesia dan KIPRa Papua.

Pada 6-8 Februari 2023, MPPKP bersama mitra universitas dan LSM melakukan kegiatan sosialisasi mengenai standar Program Kartu Prakerja pada skema normal yang akan diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia. Dalam kegiatan ini, Denni Purbasari selaku Direktur Eksekutif MPPKP menekankan pentingnya mengawal Program Kartu Prakerja agar tetap imparsial, terhindar potensi pelanggaran lembaga pelatihan dalam memberikan pelatihan berkualitas, juga selalu berbasis bukti yang solid dari mitra universitas dan LSM.

Dengan sebaran penerima manfaat program yang lebih inklusif, Kepala Badan Pengkajian Investasi dan Dana Sosial (BPIDS) IPB University H. Jaenal Effendi berharap program ini dapat maksimal dalam mempersiapkan programnya. Agar kelak menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan bisa membawa Indonesia menjadi negara besar.

Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia Dini Widiastuti menyampaikan tentang pentingnya Program Kartu Prakerja untuk mempersiapkan generasi muda, sekaligus mengapresiasi pelaksanaan Program Kartu Prakerja yang melibatkan berbagai pihak. “Prakerja bukan hanya sekedar program, melainkan sebuah gerakan yang melibatkan berbagai pihak dan tidak hanya berhenti di masa pandemi. Semoga program ini bisa terus berlangsung.”

Prof. Dr. Wayan Gede Supartha S.E., S.U perwakilan dari Universitas Udayana yang juga hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi proses pengawalan ini. Ia mengingatkan perlunya orang-orang yang berkompeten dan berintegritas tinggi untuk memastikan seluruh ekosistem Program Kartu Prakerja patuh terhadap standar yang sudah ditetapkan.

“Program Kartu Prakerja harus dikawal secara berintegritas agar sesuai dengan hasil yang diharapkan,” pungkas Wayan.