Begini Inovasi Dua Pemda Pulihkan Ekonomi Paska Pandemi

Foto: Kika - Bupati Bangkalan, R.Abdul Latif Amin Imron dan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dipandu langsung oleh Taufik selaku Deputy Chairman MarkPlus, Inc

goodmoneyID – Angka kasus COVID-19 yang terus melandai jadi lampu hijau bagi pemerintah untuk merapatkan barisan kembali, melangkah untuk recovery pasca pandemi. Mulai dari menggerakkan sektor fiskal, agrowisata, hingga memberikan insentif pajak bagi pelaku usaha, yang selama ini jadi upaya membangkitkan ekonomi daerah.

MarkPlus menggelar webinar virtual The 1st MarkPlus Goes to Government bertajuk Recover Together Recover Stronger. Dalam kesempatan ini, hadir Bupati Bangkalan dan
Bupati Karanganyar yang menyampaikan beragam upaya memulihkan perekonomian.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menilai bahwa upaya Kabupaten Karanganyar untuk pulih
dari dampak pandemi adalah dengan meningkatkan ekspor hasil pertanian hingga menguatkan agrowisata wilayah.

“Dari sektor wisata saat ini kami orientasikan wisata agro.” terang Juliyatmono secara daring, Sabtu (22/1).

Pihaknya menilai saat ini agrowisata menjadi salah satu sektor dengan perkembangan yang cukup pesat.

“Agrowisata seperti tempat kuliner atau homestay di tengah sawah dan sekitaran lokasi
pertanian ini pesat dampaknya. Dari homestay yang dibangun, masyarakat mendapatkan
hasil yang positif. Tak hanya efisien, wisatawan juga mendapat harga murah dan
keluarga-pun beruntung karena roda perekonomian terus berputar.” imbuhnya.

Dengan volume ekspor yang tak sedikit pada beberapa hasil pertanian seperti beras dan
jahe, Juliyatmono tetap berkomitmen untuk menumbuhkan ekonomi Karanganyar. Salah
satu upayanya adalah dengan menggarap digitalisasi pasar agar mampu mengikuti
perkembangan teknologi.

“Kemarin kita dorong percepatan untuk meraih posisi itu. Kita undang imigrasi, bea cukai,
anak-anak muda yang bergerak di peternakan juga melakukan beragam improvisasi dan
inovasi sehingga sektor bertumbuh sangat cepat, termasuk dengan menyiapkan teknologi
tepat guna.”, ujar Juliyatmono pada The 1st MarkPlus Goes to Government, (21/1/22).

Taufik selaku Deputy Chairman MarkPlus, Inc menyatakan bahwa MarkPlus sempat
bekerjasama dengan Pemerintah Karanganyar untuk memajukan branding wilayah
Karanganyar. Branding Karanganyar 2030 resmi diluncurkan 18 November 2020, uniknya bersamaan dengan ulang tahun Hermawan Kartajaya selaku Founder dan Chairman
MarkPlus, Inc. yang ke-73.

Potret Taufik selaku Deputy Chairman MarkPlus, bersama R.Abdul Latif Amin Imron selaku Bupati Bangkalan, Jumat 21 Januari 2022.

Berbeda dengan Juliyatmono, R.Abdul Latif Amin Imron selaku Bupati Bangkalan membuka
diskusi dengan menjelaskan berbagai upaya pemulihan ekonomi dengan insentif pajak dan
percepatan pembangunan infrastruktur daerah, seperti:

1. Pembangunan ART (Autonomous Rail Rapid Transit)
2. Reaktivasi Jalur Kereta Api Kamal-Sumenep
3. Pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan
4. Jalan Modung-Sreseh
5. Indonesia Islamic Science Park (IISP)
6. Madura Industrial Seaport City
7. Pembangunan Industri Terpadu dengan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan

Bagi Abdul Latif, upaya recovery Kabupaten Bangkalan juga merupakan bentuk promosi
daerah bagi para investor.

“Ini adalah bentuk promosi yang kami lakukan ketika infrastruktur sudah terbangun dengan baik. Upaya sinergi antara pemerintah dan investor ini akan dirasakan manfaatnya juga oleh seluruh masyarakat.” kata dia.

Pihaknya kemudian memperjelas bahwa investasi yang dimaksud tak hanya berfokus pada
sektor infrastruktur. Tak menutup kemungkinan sektor lainnya seperti peternakan juga
mampu mendatangkan investor untuk menyejahterakan masyarakat.

Penemuan sapi madrasin misalnya, yang jadi fenomena menarik karena menggabungkan sel telur sapi limosin dan sapi madura.

“Sapi limosin ini spermanya boleh diimpor untuk dibawa ke Madura, lalu disuntikkan dengan sapi betina Madura melahirkan madrasin.
Ini jadi potensi yang bagus, saat ini masyarakat sangat mandiri untuk budidaya sapi,
kambing, dan domba. ini yang kedepannya dikembangkan”, tutupnya.