Dampak Kenaikan Harga Emas Terhadap Bisnis Pegadaian

Foto: Salah Satu Kantor Pegadaian di Jakarta (Anggio).

goodmoneyID – Emas batangan sedang mengalami kenaikan harga cukup tinggi, dimana pada Rabu (29/7), harga emas batangan di PT Aneka Tambang (Persero) sebesar Rp1,013 juta per gram. Padahal, tahun lalu harga emas batangan untuk satu gramnya berkisar Rp700 ribuan.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) Tbk, Harianto Widodo menyebutkan kenaikan harga emas ini turut berdampak pada bisnis pegadaian. Harianto menyebutkan, Pegadaian punya dua jenis bisnis model, yakni gadai emas dan galeri 24 atau trading emas.

“Kalau kita lihat apakah dengan kenaikan harga emas serta merta nasabah akan gadai. Sebenarnya kenaikan harga emas di market ini akan menentukan taksiran emas kita di gadai,” Ujar Harianto, dalam paparannya secara virtual, Rabu, (29/7).

Meskipun gadai emas sedang potensial, Harianto mengatakan belum semua nasabah memanfaatkan peluang ini. Nasabah 4 sampai 6 bulan yang masih memiliki plafon, dapat di top up sekitar 10-15%.

Per Juni 2020, pegadaian memiliki 15,04 juta nasabah, naik 26,6% dibanding Desember 2019 sebanyak 13,86 juta nasabah.

“Jumlah penabung meningkat, jumlah penjualan tabungan emasnya juga meningkat. Artinya, sekarang ada rumor, ada krisis konflik Amerika dan Tiongkok, kemudian apa yang paling aman di pegang masyarakat? Sebagian adalah portofolio ke emas, karena ini akan tahan terhadap gejolak inflasi,” terang Harianto.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah kedepan gadai emas bakal lebih kencang. Sebab jika terlalu mahal, masyarakat juga akan berhenti investasi.

“Ini trennya naik, tapi belum kita lihat apakah kenaikan ini tembus 1000 troy ons. Biasanya kalau sudah terlalu tinggi, masyarakat berhenti investasi karena dianggap terlalu mahal,” tegas Kuswiyoto.

Sementara, Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian, Teguh Wahyono menyampaikan per Juni 2020, nasabah tabungan emas mencapai 5,8 juta nasabah, naik 1,2 juta nasabah, dibanding akhir tahun 2019 yakni 4,6 juta nasabah. Rata-rata kenaikan didorong oleh penabung pemula, seperti anak muda/millenial.

“Sebagian besar adalah yang belajar Investasi makanya saldonya itu kecil, tapi mereka memang kelompok anak yang belajar investasi dalam bentuk emas. Penjualan emas dalam setengah tahun ini sudah mencapai 10 ton,” tutup Teguh.