Gagalkan Pencurian Sepeda Motor saat Antar Pesanan, Gojek Apresiasi Drivernya

goodmoneyID – Publik sempat disuguhkan cerita menarik dari Mitra Gojek Sukabumi yang viral di media sosial. Beberapa waktu lalu, Ferdi (32 thn), Mitra Gojek Sukabumi tiba-tiba viral karena berhasil menggagalkan pencurian sepeda motor di Cikole, Sukabumi saat sedang mengambil pesanan GoShop. Ferdi dengan sigap mengejar pelaku pencurian sambil membawa pesanan konsumen yang berhasil ia antarkan dengan baik. Aksi heroik ini diabadikan di akun @sukabumiupdatecom yang mengundang beragam komentar positif dari warga internet.

Atas dedikasinya yang tinggi tersebut, Ferdi mendapatkan apresiasi dari Gojek sebagai ‘Driver Jempolan’. Penghargaan tersebut diberikan Jumat (18/2/2022) di rumah makan di Sukabumi yang diserahkan oleh Rachmadi Adhi Putra selaku Manajemen Gojek Sukabumi. Ia mendapatkan piagam Driver Jempolan, saldo GoPay dan Tabungan Siaga. Tabungan Siaga merupakan program Swadaya yang diinisiasi oleh Gojek untuk mengurangi biaya operasional dan menjaga keberlangsungan pendapatan mitra.

Anandita Danaatmadja selaku VP Strategic Regional Gojek Jabar, Jateng dan Yogyakarta mengaku bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya apa yang telah dilakukan Ferdi. “Gojek selalu bangga dengan mitra-mitranya yang berjiwa sosial tinggi dan memiliki inisiatif untuk membantu serta peduli terhadap sesama, termasuk apa yang sudah dilakukan Pak Ferdi. Kami melihat mitra kami selalu sigap tanpa pamrih untuk membantu. Inilah yang menjadi motivasi kami untuk terus berinovasi memberikan dampak sosial bagi masyarakat bersama mitra driver sebagai jantung dari ekosistem kami.”

Pada kesempatan yang sama, Ferdi selaku Mitra Gojek Sukabumi menyampaikan “Saya nekat karena Bapak itu butuh bantuan. Hati nurani saya tergelitik untuk menolong. Saya melakukan ini (menggagalkan pencurian) tidak mengharapkan apapun. Saya mencoba memposisikan diri sebagai korban yang kehilangan sepeda motornya.“

Sosok Ferdi viral ketika 9 Februari lalu tepat pukul 17.00 WIB, Ia mendapat order GoShop untuk membelikan makanan di Jalan Stasiun Timur, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Saat mengambil pesanan tersebut, ia melihat pengendara sepeda motor yang melaju sangat kencang diikuti teriakan “Tolonnng” dari pria paruh baya yang ada di belakangnya. Tanpa pikir panjang, Fredi melajukan sepeda motornya dengan kencang mengejar pelaku pencurian sepeda motor tersebut sampai ke dalam Gang Ajid. Di dalam gang tersebut Ferdi berhasil membekuk pelaku dan meminta bantuan warga untuk mengamankannya. Atas tindakannya tersebut Ferdi mendapatkan apresiasi dari pihak Kepolisian, korban pencurian dan masyarakat sekitar.

Ferdi yang saat ini menunggu kelahiran anak keduanya, menambahkan “Saat itu saya hanya berfikir untuk bisa menolong karena itulah yang dibutuhkan kita semua. Saya juga sampaikan terima kasih kepada Gojek yang sudah peduli dengan Mitra-mitranya. Saya percaya yang saya lakukan ini merupakan ikhtiar dalam menjalankan amanah sebagai Mitra Gojek.”

Aksi heroik Ferdi ini menambah daftar panjang kepedulian Mitra Gojek pada lingkungan sekitar. Sebelumnya pernah terjadi aksi Mitra Gojek di Tasikmalaya menolong korban kebakaran yang sempat viral di media sosial. Di foto yang dibagikan di Facebook tersebut terlihat sejumlah Mitra Gojek berupaya mengevakuasi korban dari rumah yang dilalap api. Di Jakarta, ada Deni Pamungkas yang berinisiatif mengajak rekan-rekan sesama ojek online membuat gerakan bersih ranjau paku (GBRP). Gerakan ini bertujuan untuk menekan aksi kriminalitas di jalan raya bermodus ranjau paku dan masih banyak lagi dampak sosial yang dilakukan.

“Upaya dari Pak Ferdi dalam membantu sesama dan tetap menjadi #PenjagaAmanah pelanggan merupakan hal yang sangat kami banggakan. Semoga apa yang sudah dilakukan oleh Pak Ferdi dapat menjadi inspirasi bagi mitra kami lainnya. Apa yang dilakukan Pak Ferdi dan juga Mitra Gojek lainnya yang menjalankan #PenjagaAmanah bukan sekedar slogan Gojek tapi merupakan keseharian dan semangat para mitra kami sebagai penjaga amanah masyarakat Indonesia,” tutup Anandita.