Gaji dan THR = Rejeki Nomplok atau Bukan?

Loading

goodmoneyID – Menjelang buka puasa, kurang lengkap rasanya kalau belum beli takjil. Meski harus bersikut-sikutan dengan pembeli lain, namun takjil war nampaknya menjadi cherry on top di bulan Ramadan tahun ini.

Ngomong-ngomong soal bulan Ramadan, nampaknya takjil bukanlah satu-satunya hal yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat yang merayakannya. Selain takjil war dan tren bukber dengan dresscode kostum-kostum unik, Tunjangan Hari Raya atau THR merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu di bulan penuh berkah ini.

Kalo dikasih THR, siapa sih yang bakal nolak? Lumayan kan untuk makan cantik bareng teman-teman dan check-outkeranjang e-commerce mu yang isinya sudah melebihi 99+ barang itu.

Munculnya ajakan bukber sepulang kantor yang terus menerus berlangsung tentu berpengaruh terhadap lifestyle dan bagaimana caramu mengelola keuangan, lho. Jelas aja! Kalau setiap hari diajak bukbernya di kawasan ibukota, bisa-bisa akhir bulan cuman makan mie instan aja setiap hari! Nggak mau dong tentunya makan makanan yang itu-itu aja dan bisa berdampak pada munculnya penyakit usus buntu.

So, untuk kalian para kaum FOMO, yuk bisa yuk coba ubah mindset dan mulai mengurangi gaya hidup konsumtif hanya karena ikut-ikutan temen.

Berikut 3 tips ‘THR’ yang dapat kamu terapkan!

T(erapkan goals keuangan mu)

Setiap orang pasti punya tujuan keuangannya masing-masing, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan keuangan atau financial goals merupakan hal-hal yang ingin dicapai dan berorientasi pada keuangan. Sesuai dengan namanya, hal ini merupakan sebuah pencapaian di masa yang akan datang dan sudah direncanakan sejak saat ini.

Dengan mendapatkan gaji dan THR secara berkala, kamu bisa memanfaatkan pendapatan tersebut untuk nge-boost tujuan keuanganmu, lho. Sebagai contoh, misalnya kamu memiliki goal untuk membeli rumah 10 tahun lagi, namun jika gaji dan THR mu selalu kamu sisihkan sebagian untuk ditabung, bisa saja kamu mampu membeli rumah yang kamu inginkan dalam waktu 5 tahun saja. Jadi, dengan memiliki gaya hidup yang disesuaikan dengan budget, kamu bisa mencapai goals mu pada jangka waktu yang lebih cepat dari dugaanmu!

H(adapi Godaan dengan memperbaiki Mindsetmu)

Hayo siapa yang sering tergoda membeli suatu barang hanya karena barang tersebut menarik, padahal sebenarnya tidak diperlukan? Hal ini dikenal dengan istilah impulsive buyingdan menjadi ‘penyakit’ yang akhir-akhir ini dialami banyak orang. Sifat konsumtif memang sulit untuk dihilangkan, namun dengan menyusun skala prioritas, kamu bisa menentukan wants dan needs sejak awal untuk mempermudahmu dalam mengelola keuanganmu, lho.

Dengan mendapatkan gaji secara rutin setiap bulan dan THR setiap tahunnya, hal ini membuat keduanya merupakan pendapatan rutin yang seharusnya dimasukkan ke budgeting secara berkala. Jadi jangan dianggap sebagai ‘rejeki nomplok’ yang langsung dihabiskan saat itu juga. Karena dengan begitu, kamu jadi hanya bisa hidup bergantung pada gaji dan THR yang akan diberikan secara berkala. Padahal pendapatan tersebut bisa kamu tabung dan sisihkan untuk dana cadangan,yang dapat  membantumu ketika mengalami situasi darurat.

Untuk para kaum FOMO mending lurusin dulu niat dan hatimu dalam mengatur keuangan agar cermat dalam melakukan pengeluaran dan nggak tergoda untuk melakukan impulsive buying karena ikut-ikutan orang lain. Belum tentu dampak yang baik untuk mereka juga berdampak baik untuk kamu, lho. So, daripada spending mu hanya untuk shoppinghal-hal yang nggak penting-penting banget, mending didonasiin untuk sedekah kepada orang-orang yang lebih membutuhkan!

R(encanakan Keuangan mu)

Financial planning merupakan strategi yang mempermudahmu dalam membuat perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan keuanganmu. Dengan tujuan keuangan yang beragam seperti menyusun dana cadangan, berinvestasi, membangun rumah, membayar utang, hingga mempersiapkan dana pensiun, tentu memerlukan perencanaan yang matang agar gaji dan THR mu dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

Manfaat utama dari perencanaan keuangan yaitu memberikan kontrol yang lebih baik terhadap keuangan pribadi. Dengan begitu, kamu dapat mengurangi pemborosan dan mengelola keuangan dengan lebih efisien. Nggak ada salahnya kok self-reward untuk diri sendiri, tapi jangan sampai hal ini jadi alasanmu setiap kali melakukan pengeluaran ya!

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x