GIIAS 2020 Surabaya Batal, Ini Strategi GAIKINDO

foto : GIIAS 2015 Surabaya (Doc. GAIKINDO).

goodmoneyID  Di tengah pandemi Covid-19 yang masih menjadi persoalan global, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) berencana tetap mengupayakan bangkitnya industri otomotif. Salah satunya lewat penyelenggaraan pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), yang akan diadakan pada Akhir Oktober sampai Awal November 2020.

Sebagaimana telah disampaikan lewat pernyataan resmi sebelumnya, GAIKINDO berencana menyelenggarakan GIIAS 2020 The Series yang dikonsentrasikan pada dua pameran, GIIAS Surabaya 2020 dan 28th GIIAS 2020 di BSD City, Tangerang (Banten).

Namun dalam perkembangannya, menjelang penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2020 yang semakin dekat, GAIKINDO melihat kondisi pandemi Covid-19 secara nasional dan khususnya di wilayah Surabaya hingga pernyataan resmi ini dibuat, masih menunjukkan tren peningkatan.

Kondisi kesehatan masyarakat tersebut menjadi pertimbangan utama GAIKINDO, mengingat kesehatan dan keselamatan dari para peserta pameran, pengunjung pameran, serta masyarakat umum adalah prioritas. Oleh sebab itu, GAIKINDO memutuskan untuk membatalkan penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2020.

Nantinya GIIAS Surabaya akan kembali dilangsungkan pada tahun 2021. Dengan demikian, di tahun 2020, GAIKINDO fokus pada 28th GIIAS 2020, BSD City. Baru selanjutnya, di tahun 2021 GAIKINDO merencanakan penyelenggaraan GIIAS The Series akan kembali dapat dilangsungkan di empat kota, Surabaya, Jakarta, Makassar, dan Medan.

Ketua Umum GAIKINDO Yohannes Nangoi, menyatakan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk kepedulian GAIKINDO terhadap pesebaran pandemi Covid-19 di Indonesia, dan khususnya di Surabaya.

“Sebuah keputusan berat bagi kami untuk membatalkan penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2020, karena industri otomotif saat ini telah siap untuk mulai bangkit kembali. Namun, kesehatan masyarakat khususnya di Jawa Timur tetap menjadi prioritas kami, sehingga dengan satu suara GAIKINDO mengambil keputusan ini,” katanya, mengutip GAIKINDO, Sabtu (18/7).

Yohannes menjelaskan, bukan berarti keputusan ini akan menurunkan semangat industri otomotif Indonesia untuk terus bangkit. Penyelenggaraan 28th GIIAS 2020 di BSD City tetap diusung GAIKINDO sebagai ajang yang memberikan dorongan yang dibutuhkan industri otomotif Indonesia.

Ketua III GAIKINDO sekaligus ketua penyelenggara GIIAS Rizwan Alamsjah, menegaskan bahwa penundaan ini bukan karena ketidaksiapan penyelenggaraan pameran. Melainkan keputusan yang didasarkan atas kepedulian terhadap angka penyebaran Covid-19 di Jawa Timur khususnya kota Surabaya.

“Persiapan GIIAS Surabaya 2020 sebenarnya berlangsung sesuai dengan yang direncanakan panitia dan peserta, namun sebagai tindakan pencegahan pandemi Covid-19 menjadi semakin luas kami memutuskan untuk lebih fokus mempersiapkan di GIIAS 2020, di BSD City. Agar seluruh peserta bisa tampil maksimal dan memberikan yang terbaik,” kata Rizwan.

Persiapan tersebut juga terkait dengan protokol Kesehatan ketat yang harus diberlakukan terkait kondisi dan situasi pengamanan Covid-19. Protokol ini bukan hanya diberlakukan untuk seluruh pengunjung, namun juga kepada seluruh peserta dan seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pameran. Seperti, pihak venue penyelenggaraan pameran, para pekerja stand, penyedia makanan, hingga penyedia transportasi.

“Protokol kesehatan sedang dipersiapkan bersama, kami ingin semua pihak melakukan persiapan dengan detil baik dari pihak penyelenggara maupun para peserta. Sehingga pameran dapat berlangsung dengan aman dan nyaman untuk seluruh pengunjung,” katanya.

GAIKINDO tetap fokus untuk memenuhi kebutuhan industri otomotif Indonesia bangkit dan kembali berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi negara. GAIKINDO juga sekaligus menjaga kesehatan masyarakat menjadi semangat utama penyelenggaraan GIIAS 2020.

“Semoga situasi pandemi Covid-19 ini dapat segera teratasi, dan GIIAS 2020 di BSD-CITY dapat berjalan sesuai rencana, mendorong industri kembali berjalan dan bertumbuh. Serta tetap menjaga kesehatan masyarakat,” tutup Rizwan.