Milenial, Jadi Kekuatan Indonesia Ke Depan

Loading

goodmoneyID – Pandemi Covid-19 telah berdampak bagi ekonomi dunia dan ekonomi nasional. Virus yang menuntut manusia untuk tetap dirumah, berdampak langsung pada perputaran ekonomi rumah tangga.

Di Global misalnya, Jerman kini telah masuk dalam jurang resesi, dimana pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2020, minus 11,7% (yoy). Lalu Singapura, pada kuartal II 2020 ekonomi Negara tetangga itu mencatatkan pertumbuhan ekonomi minus 12,6% (yoy). Sedangkan Filipina pada kuartal II 2020, minus 16,5%.

Indonesia boleh dibilang masih sedikit lebih baik dari tiga Negara tersebut, Indonesia meskipun pada kuartal II 2020, mencatatkan pertumbuhan ekonomi minus 5,3%.

Yeni Wahid mengatakan salah satu pilar terkuat bangsa indonesia tidak separah bangsa lain dan menuai konflik adalah kekutan sipil dari masyarakatnya.

“Kekuatan gotong royongnya sangat kuat, ini kelompok sipil yang mengisi ruang yang tidak bisa diisi oleh pemerintah,” ujar Yeni dalam seminar Maharani Kirana Pertiwi bertajuk “Cerita Indonesia Optimisme dimulai dari rumah.”

Yeni optimis bahwa meskipun ekonomi kini terpuruk, kedepan dengan kebaikan masyarakatnya, Indonesia bisa bangkit kembali.

Di sisi lain, Stafsus Menpora Aliya Laksono, menjelaskan generasi muda sekarang mempunyai banyak benefit, namun juga memiliki tantangan tersendiri. Optimisme dikalangan anak muda sangat besar.

“Sekarang generasi milenial punya pressure lebih besar. Apalagi Pemerintah juga kini sedang ngedorong banget anak muda, dalm segala hal. Akhirnya mereka jadi optimis, oke kita harus sukses dari muda,” kata Aliya disela sela seminar.

Aliya menambahkan, jika milenial sukses sejak muda, itu membuat standar sendiri bahwa diusia 30 tahun milenial harus sudah sukses.