Pandemi Dorong Konsumsi Asuransi Digital, Begini Tren Masa Depan Asuransi

Foto: Ilustrasi Asuransi (Sumber: Pexels)

goodmoneyID – Pandemi yang diiringi dengan percepatan penetrasi digital dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap asuransi membawa pengaruh terhadap lanskap industri asuransi dan pola konsumsi asuransi. Di tahun kedua pandemi ini, transformasi asuransi dari konvensional menjadi serba digital semakin menjadi tren, dengan produk asuransi yang semakin embedded (melekat dengan kehidupan sehari – hari masyarakat) dan customised (mengikuti kebutuhan konsumen yang unik).

Sebagai insurtech terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara, PasarPolis melihat bahwa kedepannya, tren asuransi akan bergerak ke inovasi produk yang lebih personal dan mengikuti kebutuhan unik dari setiap masyarakat. Founder dan CEO PasarPolis, Cleosent Randing mengungkapkan, Hadirnya digital memudahkan masyarakat menemukan asuransi yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Kini, asuransi bukan lagi menjadi produk yang kaku, namun customised dan mulai menjadi gaya hidup masyarakat. Sebagai insurtech, PasarPolis sangat fokus untuk menghadirkan produk asuransi inovatif berbasis kebutuhan konsumen (consumer-centric) dengan pendekatan 3M, yaitu mudah, murah, dan menyenangkan. Melalui strategi tersebut, kami optimis dapat terus memenuhi kebutuhan pasar di tengah kompetisi industri yang semakin ketat.” tegas Cleosent Randing, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/10).

Lebih lanjut, melalui strategi tersebut, PasarPolis berhasil memberikan proteksi asuransi kepada hampir 30 juta masyarakat di Indonesia atau mencapai 11% dari total keseluruhan populasi. Selain itu, perusahaan juga membuka akses bagi para nasabah pemula (first time buyer) dengan menerbitkan lebih dari 1 miliar polis sejak tahun 2019.

Di tahun kedua pandemi ini, produk asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, dan asuransi gadget menjadi produk yang paling banyak dibeli masyarakat secara digital melalui PasarPolis. Selain itu, produk asuransi pengiriman barang juga semakin diminati karena gaya hidup masyarakat yang berubah selama pandemi dengan tren belanja online yang juga meningkat.

Saat ini, PasarPolis juga memiliki lebih dari 170 produk asuransi yang dirancang secara khusus guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari bangun tidur hingga mengakhiri hari.

“Produk asuransi yang melekat dengan kehidupan sehari – hari masyarakat kini kian menjadi tren karena dinilai mampu memenuhi kebutuhan mereka secara tepat. Selain terus memberikan kemudahan akses, produk inovatif, dan harga premi terjangkau bagi para konsumen, PasarPolis juga akan terus memberikan nilai tambah bagi para mitra agen melalui keunggulan teknologi kami yang kini telah mampu menerbitkan polis hanya dalam hitungan menit. Inilah yang kami sebut dengan the next gen digital insurance yang menghadirkan ekosistem digital secara menyeluruh,” jelas COO PasarPolis, Michael Alvin Saputra.

Sementara di pasar Thailand dan Vietnam, PasarPolis juga terus memperkuat kerja sama dengan ekosistem digital di negara tersebut, seperti dengan e-commerce terbesar. Kolaborasi menjadi hal yang sangat diperlukan guna meningkatkan keefektifan dalam berasuransi sehingga tercipta pengalaman asuransi yang menyenangkan, murah, dan mudah.

Selain itu, performa di pasar Vietnam juga cukup menjanjikan, salah satunya karena didorong dengan adanya Xiaomi sebagai salah satu investor terkemuka. Sedangkan di Thailand, pasar asuransi jauh lebih matang karena diatur dengan ketat oleh pemerintah setempat sehingga penetrasi asuransinya lebih tinggi dibandingkan negara-negara Asia Tenggara Lainnya.

Lebih lanjut, di tengah potensi industri yang masih sangat besar, PasarPolis juga fokus pada distribusi asuransi secara lebih efektif dan efisien, di antaranya dengan memperkuat kemitraan strategis dengan berbagi pihak.

“Komitmen kami adalah untuk mendemokratisasi asuransi bagi berbagai seluruh segmen masyarakat, dengan menghadirkan produk asuransi yang dapat melindungi setiap aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, PasarPolis fokus untuk memperkuat kemitraan B2B2C sebagai salah satu strategi untuk perluas akses asuransi melalui ekosistem yang lebih luas, sehingga masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan  produk asuransi yang siap melindungi hanya dengan beberapa kali klik dari perangkat elektronik. Hal inilah yang salah satunya menjadi bagian dari transformasi wajah baru industri asuransi.” ujar Adi Darmaputra, Director of Partnership PasarPolis.

Inovasi teknologi PasarPolis membuat jalur distribusi produk asuransi menjadi semakin efektif dan efisien, sehingga mampu mendorong efisiensi bisnis bagi para mitra bisnis asuransi dan ekosistem B2B2C serta mendorong pertumbuhan bisnis PasarPolis hingga 5 kali lipat. Selain itu,  jumlah mitra strategis PasarPolis juga meningkat hingga 80% di September 2021 jika dibandingkan dengan September 2020, berkat kemitraan solid dan saling menguntungkan yang dibangun oleh PasarPolis bagi para mitra strategisnya.

Kedepannya, PasarPolis siap berekspansi lebih agresif dengan terus berinovasi menghadirkan produk asuransi yang tepat guna dan menciptakan pengalaman konsumen yang menyenangkan, serta terus meningkatkan nilai tambah bagi seluruh konsumen dan para mitra bisnisnya.