Pertumbuhan Ekonomi Membaik Pada Kuartal III & IV 2020

Foto: Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro

goodmoneyID – Bank Mandiri memperkirakan kurva pemulihan perekonomian domestik akan menyerupai U-Shape, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi sekitar 0% pada akhir tahun 2020.

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi akan secara perlahan membaik pada kuartal III dan kuartal IV 2020. Setelah mengalami periode Bottoming out yang terlihat dari merosotnya pertumbuhan ekonomi di Kuartal II 2020, yang diperkirakan sekitar -3,44%.

“Kita lihat kemarin di Kuartal I (2020) 2,97%, apa yang bisa kita dapat dari 2,97% kemarin bahwa pertumbuhan dari konsumsi di Kuartal I kemarin cuma 2,8%, turun drastis padahal belum ada PSBB. Jadi Kuartal II kita ekspektasinya di -3,44%, tapi ini kita hitung masih estimate. Gambaran kita bisa lebih dalam lagi dengan apa yang kita lihat di beberapa sektor di sampai akhir bulan juni lalu,” ujar Andry saat menghadiri diskusi webinar secara daring, Jumat (3/7).

Namun, langkah pemerintah untuk melonggarkan kebijakan PSBB, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat dapat menjadi catalyst positif terhadap kinerja domestik pada semester kedua tahun 2020.

Andey mengakui bahwa perbaikan kinerja sektor perekonomian yang terdampak oleh wabah dan pembatasan interaksi sosial, tidak akan pulih secara cepat karena harus melalui periode recovery terlebih dahulu. Adapun pertumbuhan pada semester kedua diperkirakan akan tetap di bawah level pertumbuhan sebelum pandemi merebak di Indonesia.

Pada Kuartal III 2020, Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik akan masih kontraksi sekitar -0,95%, lalu kemudian akan ada pertumbuhan kembali pada kuartal IV sekitar 1,62%.

“Kalau kita lihat datanya sama seperti pola luar negeri, sudah seharusnya melewati rock bottom. Cuma otomatis memang ada masa recovery. Ini alasan kami walaupun trayektori sudah melewati rock bottom masih ada potensi below positif growth dengan asumsi bahwa second wave bisa dikendalikan,” terangnya.

Kunci terhadap mendorong pertumbuhan pada Kuartal IV, yakni percepatan mengalirnya pembelanjaan pemerintah dan Bank Indonesia dalam bentuk stimulus fiskal kepada masyarakat dan dunia usaha. Dengan akselerasi realisasi stimulus, Andry berharap pemulihan U-shape dapat terwujudkan dan pertumbuhan nasional tidak mencapai negatif untuk tahun ini.