Potensi Ekonomi Digital Indonesia Capai USD130 Miliar di 2025

Loading

goodmoneyID – Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi digital paling cepat. Ini membuktikan bahwa sektor ekonomi digital dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi.

Digitalisasi membuat siapapun dan dimanapun seseorang yang ingin memulai usahanya, tidak terbelenggu lagi oleh barrier to entry (halangan untuk orang bisa berpartisipasi di dalam market) untuk menciptakan nilai tambah. Ini karena semua orang bisa melepaskan seluruh potensinya untuk menjadi pelaku bisnis ekonomi digital. Digitalisasi menjawab berbagai semua halangan yang dihadapi oleh pelaku ekonomi untuk lebih produktif, sehingga dapat memberikan nilai tambah pada mereka.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, potensi ekonomi digital di Indonesia sangat besar.  “Kalau dilihat dari statistiknya tahun 2019 mencapai USD40 miliar. Potensinya di Indonesia bisa mencapai USD130 miliar pada 2025,” kata Menkeu dalam Diskusi Publik Dampak Tokopedia Terhadap Ekonomi Indonesia di Djakarta Theater, Jakarta.

Sri Mulyani membandingkan pertumbuhan sektor ekonomi digital dengan pertumbuhan ekonomi yang membuat pemerintah iri. “Ekonomi secara umum saja hanya tumbuh 5%, untuk semua sector. Barusan saya pulang dari Malang, saya tanya Kanwil Kanwil saya, bagaimana penerimaan pajak muka mereka lesu semua,” ujar Menkeu.

Sektor ekonomi digital yang bisa tumbuh 40% saat ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Meski begitu, Sri Mulyani meminta seluruh pihak yang bergerak di ekonomi digital seperti Tokopedia tidak gampang berpuas diri dan lengah. Sebab, pertumbuhan yang instan itu memiliki risiko yang lebih besar pula. Perubahan perubahan menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh semua pihak yang bergerak di sektor ekonomi digital, seperti Tokopedia, yang harus tetap menjaga kualitas dari pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Saya juga berharap digital company Indonesia yang begitu cepat menjadi unicorn atau decacorn, mampu mempercepat kemampuan fondasi dari tata kelola. Sehingga bisa mengimbangi public responsibility dan reputasi mereka,” katanya.