Tips Atur Keuangan Untuk Milenial

ilustrasi milenial yang boros (sumber: pixebay.com)

goodmoneyID – Generasi milenial menjadi tumpuan dan penentu wajah Indonesia di masa depan. Indonesia Milenial Report 2019 menyebutkan milenial yang berusia 20-35 mencapai 24%, yaitu 63,4 juta dari penduduk kategori usia produktif (14-64 tahun) yang jumlahnya  179,1 juta jiwa (67,6%).

Data tersebut juga menjelaskan pengeluaran milenial cukup besar dari total gaji mereka, dimana mereka menghabiskan 51,1% pendapatannya untuk kebutuhan bulanan seperti gaya hidup, kulineran, bahkan seperti sekedar nongkrong dan ngopi. Sedangkan mereka hanya menyisihkan 10,7% dari total pendapatan untuk ditabung.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, penting rasanya untuk memusatkan perhatian bagaimana cara mengelola keuangan yang sehat. Simak tips berikut:

  1. Konsisten sisihkan penghasilan bulanan

Budaya nongkrong dan nabung harus seimbang, jangan memaksakan diri jika memang tidak perlu untuk nongkrong, plus  penting banget sisihkan penghasilan bulanan. Jangan berkata “Ah nabungnya nanti-nanti saja”. Susunlah pengeluaran Anda, sisihkan minimal 10% dari penghasilan untuk tabungan. Walaupun sedikit seperti peri bahasa Jawa  alon alon asal klakon.

  1. Catat pengeluaran

Pencatatan penting untuk menjadi kendali dompet anda, hal ini bisa menjadi kontrol pencegahan ketika anda telah melawati batas pengeluaran. Sekarang banyak kok aplikasi di play store, IoS, yang mampu memaintanance kondisi dompet anda. Sehingga anda punya target berapa yang harus di keluarkan setiap hari, minggu dan bulan. Jangan sampai ketika awal bulan, Anda berfoya-foya tak terkendali, di akhir bulan anda hanya makan mie!

  1. Belajar investasi untuk masa depan

Di era yang serba digital cukup dengan gawai, anda dimudahkan dalam segala hal termasuk berinvestasi, banyak platform yang menawarkan jasa investasi.

  1. Batasi penggunaan e-Payment

Penggunaan e-payment memang sangat mempermudah dan membantu kita apalagi dengan promo yang mereka tawarkan. Namun terkadang kita merasa dengan sistem  e payment kita serasa  tidak mengeluarkan uang, hal ini dapat membuat kita menjadi orang yang konsumtif. Anda bisa memanfaatkan e-payment untuk mencari diskon tambahan ketika anda berbelanja, tapi jangan jadikan e-payment ini sarana yang dapat menjadikan anda membeli sesuatu yang sebenarnya tidak anda butuhkan.