Vivid Fitri Argarini Ingatkan Orang Tua Agar Lebih Dekat & Pahami Anak Belajar Di Rumah

Foto: Pexels

goodmoneyID – Dampak Covid-19 membuat seluruh  aktivitas belajar-mengajar di Sekolah terpaksa dihentikan. Momen ini menuntut anak-anak belajar dari rumah dengan sistem online learning. Tentu hal ini butuh penyesuaian, baik bagi anak dan juga untuk orang tua, khususnya peran ibu selama di rumah. Jika sebelum Pandemi anak mereka sekolah sejak pagi hingga siang, kini mereka setiap waktu berada di rumah.

Tentu berbeda cara memperlakukan anak ketika mereka belajar di sekolah dan belajar dirumah. Menjawab hal ini Motivator muda Vivid Fitri Argarini mengatakan adanya Covid-19 membuat elearning benar-benar nyata, ini sekaligus sebagai pengingat bagi para orang tua yang mana peran utama mereka adalah mendidik anak

“Pemerintah telah membuat program ini mendesain kurikulum, nah ini sekarang bagaimana peran orang tua memahami beban anak dari tahapan mana mereka sedang belajar, tentu tidak mudah, biasanya jam 7 sampai 2 siang anak SD, SMP dan SMK baru pulang, apalagi jika ada ekskul di sekolah. Kita tak terasa tau tau mereka pulang udah magrib,” ujar Vivid, dalam webinar Maharani Indonesia, bertajuk Membangun Pilar pendidikan rumah yang berhasil, Jumat (26/6).

Vivid mengatakan, ketika belajar dari rumah, waktu belajar cenderung lebih cepat, namun tak berarti tugas mereka jadi tamabh ringan. Banyak kasus justru anak anak meresa tugas sekolahnya menjadi semakin banyak, meskipun ada beberapa yang justru menjadi sedikit.

“Kita kadang gemes ya, karena kita kaget kaget, anak kita kok santai santai saja, atau justru kok anak kita kelihatannya stres banget sampai mengunci di kamar gak mau diganggu, Nah itu karena sekarang mereka dirumah, itu semua menjadi lebih kelihatan. Sebagai orang tua harusnya kita memperhatikan detail detail seperti itu,” ujar Vivid.

Ini menjadi tantangan luar biasa untuk orang tua di era sekarang, bukan berarti orang tua dahulu tidak susah, tapi berbeda iklimnya. Sekarang ini tumbuh kembang anak, dipengaruhi oleh internet, media sosial, youtuber juga influencer.

“Kita bertanya lagi apakah kita sebagai orang tua kita berharap kita adalah sumber yang mereka tanya, tapi mereka justru tahunya dari youtube, sebab itu alangkah baiknya kita bisa masuk ke dunianya dengan bahasa yang lebih komunikatif,” cetus Vivid.

Jika anak-anak di ajak bicara secara formal mereka cenderung susah. Ibu-ibu di tuntut untuk mampu menyamakan dimensi mereka dengan anaknya terlebih dulu.

“Buat orang tua yang anaknya kuliah di luar daerah, sekarang mudah karena teknologi sudah luar biasa. Biasakan tiap hari walaupun anak jauh bisa video call, sekedar menanyakan kabar mereka atau bercerita keluh kesah, hal kecil seperti itu membuat anak menjadi lebih dekat dengan kita,” tutup Vivid.