Penjualan Beralih Ke Online, H&M Tutup 250 Toko Selama Pandemi

Foto: Logo H&M (Getty images)
Foto: Logo H&M (Getty images)

goodmoneyID – H&M berencana menutup ratusan toko tahun depan, hal ini imbas dari pandemi virus korona. Berbanding terbalik, H&M kini lebih banyak membuka toko onlinenya, peritel fashion terbesar kedua di dunia ini pada Kamis (1/10), setelah melaporkan penurunan laba kuartal ketiga yang lebih kecil dari yang diharapkan.

H&M yang selama beberapa dekade memperluas jaringan tokonya di seluruh dunia, akan berupaya menutup 250 tokonya tahun depan, yang mewakili 5% dari jaringannya saat ini.

H&M telah menutup lebih banyak toko dan membuka lebih sedikit selama beberapa tahun terakhir karena beradaptasi dengan perubahan online yang mendorong lebih banyak persaingan. Peritel tersebut mengatakan awal tahun ini jumlah toko bersihnya akan menurun pada tahun 2020.

Perusahaan juga mengatakan penjualan terus pulih pada bulan September dari dampak virus.

Kepala Eksekutif H&M Helena Helmersson mengatakan meskipun tantangan masih jauh dari selesai, pihaknya percaya bahwa yang terburuk telah berlalu. “Kami berada pada posisi yang tepat untuk keluar dari krisis dengan lebih kuat,” ujar Helena, melansir Reuters, Sabtu (4/10).

Pada kuartal Maret-Mei, pandemi telah mendorong H&M ke dalam kerugian besar, yang pertama dalam beberapa dekade, karena penjualan berkurang setengahnya.

H&M mengatakan penjualan bulan September turun 5% tahun ke tahun dalam mata uang lokal setelah turun 19% dalam tiga bulan hingga Agustus.

Lebih dari 5.000 toko di seluruh dunia, sekitar 3% tetap ditutup, sementara 80% masih buka namun dengan waktu yang singkat.

H&M, yang telah berjuang selama bertahun-tahun untuk menghentikan kenaikan inventaris, mengatakan “itu tidak berubah dari tahun sebelumnya. Penurunan harga meningkat setengah poin persentase, dan H&M memperkirakan mereka akan tumbuh 1-1,5% pada kuartal saat ini,” tutup Helena.