Privy Hadirkan User Centric Digital Identity Pertama di Indonesia untuk Transaksi Online Aman dan Nyaman

Loading

goodmoneyID – Di era ekosistem digital di mana sebagian besar aktivitas, komunikasi, hingga transaksi terjadi di dunia maya, individu maupun korporasi harus dapat merasa aman dan terlindungi, salah satunya dengan dapat memastikan keberan identitas para pihak dalam transaksi online.

Hal ini menjadi sangat penting, karena dalam dunia digital rentan akan terjadinya pencurian identitas dan data pribadi sehingga siapapun bisa mengaku sebagai siapa saja dan menlakukan penipuan. Untuk memberikan keamanan, perlindungan, serta pengalaman digital yang cepat dan mudah saat melakukan aktivitas hingga transaksi secara online, Privy, perusahaan digital trust terbesar di Indonesia menghadirkan layanan identitas digital pertama di Indonesia yang diberi nama PrivyPass.

PrivyPass hadir melengkapi layanan terdahulu Privy, yaitu tanda tangan elektronik tersertifikasi. Privy telah menyandang status Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Berinduk dari Kominfo untuk menerbitkan sertifikat elektronik dengan tingkat verifikasi tertinggi, yakni Level 4 yang dilengkapi dengan pemeriksaan identitas dan biometrik ke basis data Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Sebagai pionir tanda tangan digital di Indonesia dan menjadi satu-satunya yang lolos program Regulatory Sandbox Bank Indonesia (BI), Privy telah dipercaya oleh bank-bank besar, seperti BRI, Mandiri, CIMB Niaga, BNI, Danamon, Nobu Bank, dan Panin Bank, serta memiliki lebih dari 1700 pelanggan korporasi dan 18,5 juta pengguna individu.

CEO Privy, Marshall Pribadi mengatakan PrivyPass menghadirkan proses registrasi nasabah yang nyaman, cepat, dan aman. Setiap pengguna PrivyPass identitasnya sudah diverifikasi hingga biometric wajahnya ke basis data kependudukan yang diadministrasikan oleh Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

“Calon nasabah tidak perlu berulang kali mengetikkan data pribadi dan memberikan kartu identitas Ketika mau membuka rekening baru, polis baru, atau mengajukan pinjaman. Di sisi lain institusi keuangan juga tidak perlu berulang kali memverifikasi identitas calon nasabahnya.” ungkap Marshall Pribadi, dalam keterangan resminya, Rabu (1/12).

Saat ini, identitas digital PrivyPass telah bisa digunakan pengguna untuk beraktivitas di dunia maya, seperti mengajukan kartu kredit, menarik dana investasi pada asuransi unit link, hingga berlangganan media online tanpa perlu memasukkan data-data pribadi berulang kali, membuat akun baru dan menghafal banyak password.

Menurut riset dari McKinsey, Identitas digital dapat menjadi kunci penting untuk membantu menciptakan inklusi keuangan dan membuka akses lebih luas bagi masyarakat ke berbagai layanan, dari finansial, kesehatan, pendidikan, hingga fasilitas publik. Di tahun 2030, implementasi program identitas digital dapat meningkatkan GDP sebesar 3 hingga 13 persen, menurut riset yang sama.

Selama 5 tahun, layanan Privy telah membantu jutaan pengguna untuk membuka rekening tabungan bank, pembukaan rekening sekuritas, pengajuan kartu kredit, polis asuransi, pembelian kendaraan bermotor, penandatanganan invoice, mengajukan pinjaman dari fintech, menandatangani kontrak sewa, dan melakukan banyak pekerjaan serta transaksi lainnya tanpa perlu bepergian dan menandatangani berkas dokumen secara fisik. Sejak 2017, pelanggan Enterprise di Privy tumbuh 17,5X, pengguna individu tumbuh 30X lipat, dan jumlah dokumen yang ditandatangani tumbuh 58X.

“Kami berharap PrivyPass dapat mewujudkan ekonomi digital nyaman dan aman bagi semua pihak. Pendaftaran konsumen di masa depan seharusnya sudah tidak menjadi suatu hal yang rumit, memakan waktu, dan rawan pemalsuan identitas,” tutup Marshall.